Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa penyaluran manfaat sebesar Rp 49,3 miliar bukan sekadar angka, melainkan representasi dari rasa aman yang diterima oleh ribuan keluarga pekerja.
Menurutnya, keberhasilan Jawa Barat menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan mampu memperluas jangkauan perlindungan secara nyata.
Ia menambahkan bahwa ketika pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan berjalan searah, maka perlindungan terhadap pekerja rentan tidak lagi berhenti pada konsep kebijakan, tetapi berubah menjadi manfaat konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga:Negara Hadir untuk Pekerja Rentan, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Salurkan Rp 49,3 MiliarLaptop Video Editing Terbaik 2026: Kuat Libas Resolusi 4K & 8K
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Deny Yusyulian, juga memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah.
Ia menilai bahwa Jawa Barat telah menunjukkan langkah progresif dalam memperluas perlindungan sosial ketenagakerjaan, sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sistem perlindungan pekerja.
Dari sisi pelaksanaan di lapangan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjar mencatat telah menyalurkan manfaat klaim sebesar Rp 37 miliar dengan total 3.096 kasus hingga pertengahan Juni 2026.
Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan masih tinggi, terutama di sektor informal dan pekerja rentan.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan program JKK dan JKM memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga pekerja.
Selain memberikan santunan, program ini juga membantu mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko kerja yang tidak terduga.
Penyaluran manfaat sebesar Rp 49,3 miliar di Jawa Barat memperkuat posisi jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai instrumen perlindungan sosial yang efektif.
Baca Juga:Investor Tahan Napas, Inilah 4 Skenario yang Mungkin Terjadi setelah Pengumuman Review MSCIGeger Moto3 Junior World Championship 2026! Ramadhipa Ukir Sejarah, Bikin Indonesia Bersuara di Estoril
Kepala BPJS ketenagakerjaan Banjar Husein Kartasasmita, Tony Hidayat, mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa perlindungan bagi pekerja rentan dapat diwujudkan secara lebih luas melalui komitmen kebijakan dan dukungan anggaran yang berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dapat terus memberikan manfaat kepada seluruh pekerja khususnya di Jawa Barat,” ungkapnya. (rls)
