Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi kendala utama untuk melanjutkan pengobatan dan perawatan rutin. Karena itu, keluarga berharap ada bantuan dari berbagai pihak agar Gunawan dapat menjalani perawatan intensif di rumah sakit hingga kondisinya membaik.
“Harapan keluarga sebagai pamannya, agar Gunawan bisa membaik kondisinya, normal kembali walaupun kakinya sudah diamputasi. Ya alhamdulillah sedikit-sedikit ada perhatian dari sekolah SMPN 2 Singaparna. Kami berharap pemerintah hadir, ada perhatian pemkot Tasikmalaya, kalau tidak ada kami akan mencoba menyampaikan ke Kang Dedi Mulyadi,” ujar Yayat.
Ia menambahkan, biaya perawatan yang harus ditanggung keluarga cukup besar. Untuk perawatan dan pembersihan luka pada kaki yang sebelumnya membusuk, keluarga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp120 ribu per hari.
Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan
Sementara itu, Ketua RT 03 RW 05 Kampung Cipawitra, Ejen, mengatakan pihaknya telah berupaya mengajukan bantuan kepada pemerintah melalui kelurahan agar biaya pengobatan Gunawan dapat ditangani.
“Intinya kami terus mendorong agar warga kami yang sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan bisa mendapatkan perhatian. Walaupun belum ada perhatian dari pemerintah kota,” tambah Ejen. (dik)
