Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara Real Madrid dan Barcelona saat ini berada pada titik terendah.
Presiden Real Madrid itu kembali menyinggung pembayaran yang pernah dilakukan Barcelona kepada Jose Maria Enriquez Negreira, mantan pejabat Komisi Teknik Wasit Spanyol.
Kasus tersebut sempat memicu penyelidikan besar-besaran dan menjadi salah satu skandal paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Spanyol.
Baca Juga:Resmi! AS Roma Kena Denda Rp120 Miliar Usai Gagal Penuhi Target Aturan Financial Fair PlayRonaldo Jadi Beban Portugal: Nol Tembakan Tepat Sasaran, Kalah Duel Udara dan Tak Ada Dribel Sukses
Namun Barcelona menilai Perez sengaja menggunakan kasus itu untuk menyerang klub secara politik dan memperburuk citra mereka di mata publik.
Balasan Keras dari Barcelona
Rafael Yuste menjadi sosok yang paling vokal membela Barcelona dalam konflik ini.
Sebelum surat resmi dikirimkan, ia lebih dahulu melontarkan kritik pedas kepada Florentino Perez melalui media.
“Ucapan Florentino menurut saya sangat menyedihkan dan penuh kebohongan. Klub telah mempertimbangkan tindakan hukum. Upaya Florentino Perez untuk menutupi kegagalan olahraga yang dialami Real Madrid selama dua tahun terakhir tidak akan membawanya ke mana-mana,” tegas Yuste.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua klub kini telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Biasanya, perseteruan Barcelona dan Real Madrid hanya terbatas pada perdebatan soal wasit, jadwal pertandingan, atau kebijakan liga.
Namun kali ini salah satu klub secara resmi meminta otoritas sepak bola mengambil tindakan terhadap presiden rival mereka.
Baca Juga:Inter Gigit Jari? Arsenal Siapkan Rp1 Triliun untuk Bajak Manu Kone dari AS RomaDi Marzio Yakin Amorim Akan Bawa Hjulmand dan Trincao ke AC Milan
Menunggu Respons La Liga dan Federasi
Kini perhatian publik sepak bola Spanyol tertuju kepada La Liga, RFEF, dan CTA.
Ketiga lembaga tersebut berada di bawah tekanan untuk memberikan respons terhadap permintaan Barcelona.
Jika mereka memilih untuk tidak menjatuhkan sanksi atau mengambil tindakan terhadap Florentino Perez, Barcelona telah mengisyaratkan siap menempuh jalur hukum secara mandiri.
Langkah itu berpotensi membawa konflik ini ke pengadilan umum dalam beberapa pekan mendatang.
Situasi tersebut tentu menjadi perkembangan yang mengkhawatirkan bagi sepak bola Spanyol.
Di tengah upaya meningkatkan citra kompetisi dan menghadapi persaingan dengan liga-liga besar Eropa lainnya, perang terbuka antara dua klub raksasa justru berpotensi memperburuk suasana.
Satu hal yang pasti, rivalitas Barcelona dan Real Madrid kini telah memasuki babak baru.
