Pronas 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Mulai Digelorakan di Kabupaten Tasikmalaya

kebiasaan anak hebat indonesia
Pelajar tingkat SMP se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti lomba menggambar dalam rangka Festival 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Gedung Graha Nanjung, Singaparna, Rabu 17 Juni 2026. (Radika Robi Ramdani/Radartasik.id)
0 Komentar

Festival juga menjadi ruang apresiasi bagi peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran di bidang seni. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan sebagai bentuk pengembangan bakat dan potensi siswa yang selama ini dibina di sekolah.

“Melalui kegiatan ini, mewadahi hasil belajar siswa di bidang seni. Mereka diberikan ruang untuk tampil dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” bebernya.

Kegiatan semakin semarak dengan adanya bazar bertema kearifan lokal yang menampilkan berbagai hasil karya dan produk unggulan dari masing-masing sekolah.

Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan

“Setiap sekolah membawa hasil karya yang mencerminkan potensi dan karakteristik daerah masing-masing untuk diperkenalkan kepada peserta festival,” katanya.

Yadi menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen mendorong implementasi Program Nasional 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat secara menyeluruh di seluruh satuan pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada peran sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, terutama orang tua.

“Ia berkomitmen agar program nasional ini dapat diterapkan secara menyeluruh di satuan pendidikan,” ungkapnya.

“Peran orang tua juga sangat penting sebagai pembimbing dan pengawas agar kebiasaan-kebiasaan baik yang dibangun di sekolah dapat terus dilanjutkan di lingkungan keluarga,” sambungnya.

Ia menjelaskan, sebelum program nasional tersebut diluncurkan, sejumlah sekolah di Kabupaten Tasikmalaya sebenarnya telah menjalankan berbagai kegiatan yang sejalan dengan semangat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan menyesuaikan kondisi dan kearifan lokal masing-masing.

“Sebenarnya sebelum pronas ini diluncurkan, beberapa sekolah sudah bergerak. Mereka menyesuaikannya dengan kearifan lokal, kemudian mengintegrasikannya ke dalam kurikulum maupun kegiatan tambahan di sekolah,” katanya.

Baca Juga:Usai Kepala BGN Ditangkap, Aktivis KNPI Desak APH Bongkar Dugaan Penyimpangan Program MBG di TasikmalayaSimulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada Mahasiswa

Yadi menambahkan, program tersebut diperuntukkan bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP. Namun untuk tahap awal, pelaksanaan festival di Kabupaten Tasikmalaya difokuskan terlebih dahulu bagi peserta didik tingkat SMP.

“Program ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP. Saat ini kami memulai dari jenjang SMP terlebih dahulu dan ke depan akan dilanjutkan ke jenjang lainnya,” terangnya.

0 Komentar