Wahid Mengalahkan Prediksi!

H wahid
Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H Wahid
0 Komentar

Dari tahun 1999 hingga 2002 ia mengantarkan koran ke rumah-rumah pelanggan.

Pekerjaan sederhana. Tetapi di situlah seseorang belajar disiplin waktu. Belajar mengenali gang-gang kota. Belajar memahami kebiasaan masyarakat.

Dan yang paling penting, belajar bahwa tidak ada pekerjaan kecil. Dari sana kariernya berkembang. Menjadi kepala kantor. Menjadi direktur perusahaan. Lalu masuk lebih dalam ke dunia politik. Tangga yang dinaikinya tidak pernah dua anak tangga sekaligus. Satu per satu.

Yang membuat kemenangan ini terasa istimewa adalah pesan yang dikirim DPP kepada kader-kader PKB. Pesan bahwa loyalitas masih dihargai. Bahwa proses masih diperhitungkan. Bahwa kaderisasi bukan sekadar slogan yang dipasang di spanduk.

Baca Juga:Pasien Jiwa Mengantre (Part 2): Dulu Takut Kelaparan, Kini Takut Tagihan!Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026

Dalam era ketika politik sering diukur dari popularitas instan, keputusan ini terasa berbeda. PKB tampaknya sedang menunjukkan bahwa rekam jejak organisasi tetap memiliki nilai.

Terutama bagi partai yang lahir dari kultur pesantren. Kultur yang menghargai proses.

Menghargai kesabaran. Dan menghargai pengabdian jangka panjang.

Kini tantangan sebenarnya justru baru dimulai. Memimpin partai saat kontestasi sudah selesai jauh lebih sulit dibanding memenangkan kontestasi itu sendiri.

PKB Kota Tasikmalaya sedang berada dalam posisi yang cukup baik. Memiliki kursi legislatif yang signifikan. Memiliki kader di tingkat nasional.Memiliki jaringan akar rumput yang kuat.

Tetapi mempertahankan capaian selalu lebih sulit dibanding meraihnya. Lima tahun ke depan akan menjadi ujian bagi Wahid.

Apakah ia hanya mampu mempertahankan partai? Atau justru mampu membawa PKB Kota Tasikmalaya naik ke level berikutnya?

Pertanyaan itu belum terjawab.

Yang pasti, seorang kader dari Karang Anyar, Mugarsari, Tamansari, Kota Tasikmalaya yang pernah mengantarkan koran dari rumah ke rumah, kini kembali mendapatkan mandat memimpin partai terbesar berbasis Nahdliyin di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Satu Bakul dari Kota Tasikmalaya, Banyak Harapan untuk Indonesia!Mencari Dirigen Baru Birokrasi Kabupaten Tasikmalaya!

Mandat kedua. Tidak banyak kader yang mendapat kesempatan seperti itu. Apalagi ketika di hadapannya berdiri nama-nama besar.

Karena itulah kemenangan ini bukan sekadar kemenangan Wahid. Ini kemenangan sebuah proses panjang. Proses yang dimulai dari tingkat kecamatan.

Dari kegiatan kaderisasi yang sering sepi pemberitaan. Dan kini berakhir di satu keputusan sederhana yang diumumkan lewat layar Zoom. Kadang politik memang seperti itu. Keputusan besar lahir dari layar kecil. Tetapi dampaknya bisa menentukan arah sebuah partai selama lima tahun ke depan. (red)

0 Komentar