Dadi menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga seluruh SPPG di Kabupaten Tasikmalaya memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami akan terus kawal sampai semua SPPG di Kabupaten Tasikmalaya ini memenuhi izin yang sudah diatur di BGN dan Perpres tahun 2025 tentang Tata Kelola Program MBG,” tambah Dadi.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan ini berpotensi menjadi masalah yang lebih besar apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pihak terkait.
Baca Juga:Tiang Penyangga Amir Mahpud!Wahid Mengalahkan Prediksi!
“Kami akan bergerak melakukan aksi lebih besar. Karena penyampaian aspirasi langsung lewat aksi adalah cara terakhir jika melalui audiensi tidak ada tindak lanjut,” ancam Dadi.
Selain itu, Dadi meminta adanya tindak lanjut di daerah setelah Kejaksaan Agung menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi program MBG yang melibatkan pejabat di tingkat pusat.
“Jangan sampai ada permainan di bawah, bahkan dugaannya ada jual beli titik. Jadi kenapa ada SPPG atau dapur MBG yang belum menempuh izin sudah bisa beroperasi berjalan?,” tanya Dadi.
Ia menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, baru enam dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya yang telah memiliki izin lengkap, padahal program tersebut sudah berjalan hampir dua tahun.
Koordinator massa lainnya, Oos Basor, meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya memanggil seluruh pengelola dapur MBG yang beroperasi di daerah tersebut.
“Karena ini terlihat sangat masif ada tindakan melanggar aturan dan peraturan presiden, terkait izin, SLHS dan PBG nya. Bahkan ada dugaan tindak korupsinya,” ungkap Oos.
Melihat berbagai persoalan yang muncul dalam pengelolaan dan perizinan dapur MBG, Oos bahkan meminta agar program tersebut dihentikan sementara di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Pasien Jiwa Mengantre (Part 2): Dulu Takut Kelaparan, Kini Takut Tagihan!Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Menanggapi aspirasi tersebut, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Nikodemus Damanik SH MH, menyambut baik dukungan masyarakat terhadap upaya penanganan perkara terkait MBG yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Agung.
“Dalam audiensi ini kami menyambut hangat atas dukungan masyarakat yang mana akan ditindaklanjuti dengan menunggu penyerahan data tentang permasalahan (Pengelolaan Dapur MBG, Red) yang terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dari forum ini,” terang Niko.
