TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mahasiswa KKN Universitas Perjuangan Tasikmalaya (Unper) mengembangkan alat pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak mentah di Kampung Pramuka Pasirjeungjing, Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.
Di daerah itu, pengelolaan sampah plastik masih menjadi persoalan. Kondisi tersebut kemudian mendorong mahasiswa mencari cara agar plastik yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali dan memiliki nilai guna.
Penanggung jawab kegiatan, Rizqy Atilla, mengatakan, inovasi pirolisis dikembangkan sebagai bagian dari upaya mahasiswa dalam mencari alternatif pengelolaan sampah di kampung tersebut.
Baca Juga:STMIK DCI Dorong UMKM Sadulur Tasikmalaya Naik Kelas lewat AI dan Meta AdsSulalatul Huda, Warisan Terbesar dari Sang Kiai!
“Ketika awal survei, kami melihat masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang manfaat sampah plastik. Karena itu, kami mencoba membuat alat pirolisis agar sampah plastik tidak hanya berakhir dibuang, tetapi bisa diolah menjadi minyak mentah,” kata Rizqy.
Rizqy menjelaskan, proses pengolahan dimulai dengan memanaskan sampah plastik di dalam gentong hingga menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian dialirkan melalui pipa menuju bagian pendingin, sebelum menghasilkan cairan yang ditampung sebagai minyak mentah.
Minyak mentah yang dihasilkan dari proses tersebut, menurut Rizqy, berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar seperti solar maupun bensin.
Pemanfaatannya juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi dari sampah plastik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Selain menghasilkan minyak mentah, pengolahan melalui pirolisis juga diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah plastik di lingkungan.
Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus pembakaran sampah secara terbuka yang masih dilakukan masyarakat.
Sampah plastik yang dikumpulkan sebagai bahan baku, kata Rizky, juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengelolaan sampah menjadi BBM ini berpotensi untuk dikembangkan melalui kegiatan pengumpulan dan pemanfaatan sampah, sehingga masyarakat tidak hanya melihat plastik bekas sebagai sesuatu yang harus dibuang.
Baca Juga:Tim Smart Posyandu UPI Dampingi Warga Cigedug Cegah Stunting dan Tingkatkan Literasi AnakTim Dosen Unsil Dorong UMKM Singaparna Melek Keuangan Digital Syariah
Rizqy berharap inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan KKN tersebut dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah plastik.
“Harapannya, masyarakat bisa melihat bahwa sampah plastik memiliki nilai ekonomis. Selain mengurangi penumpukan dan pembakaran sampah secara terbuka, pengelolaannya juga bisa membuat peluang usaha bagi masyarakat melalui pengumpulan dan pengelolaan sampah,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)
