RADARTASIK.ID – Dunia sepak bola selalu menghadirkan kisah yang kontras dan membuktikan usai hanyalah angka.
Ada pemain yang terus menjaga semangat dan performanya hingga mendekati usia 40 tahun, sementara ada pula yang memilih mengakhiri karier jauh lebih cepat meski masih berada di usia produktif.
Perbandingan itu terlihat jelas dalam perjalanan dua mantan penyerang AC Milan, Olivier Giroud dan Divock Origi.
Baca Juga:Manchester United Kirim Mata-Mata Pantau Pio Esposito: Inter Milan Tegaskan Sang Striker Tak DijualJuventus Bidik Dua Mantan Pemain AC Milan: Koopmeiners dan Thuram Bisa Jadi Korban
Keduanya pernah mengenakan seragam Rossoneri, tetapi kini berada di titik yang sangat berbeda dalam karier masing-masing.
Di satu sisi, Giroud masih menikmati sepak bola level tertinggi dan bahkan bersiap kembali tampil di Liga Champions.
Di sisi lain, Origi memilih gantung sepatu pada usia 31 tahun setelah beberapa musim yang sulit dan minim kontribusi di lapangan.
Olivier Giroud kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Penyerang asal Prancis itu baru saja memperpanjang kontraknya bersama Lille hingga Juni 2027.
Keputusan tersebut menunjukkan tekadnya untuk terus bersaing di level elite Eropa meski akan menginjak usia 40 tahun pada 30 September mendatang.
Musim lalu, Giroud masih mampu menunjukkan ketajamannya di depan gawang.
Ia mencatatkan 11 gol dalam 44 penampilan di semua kompetisi dan menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Lille finis di posisi ketiga klasemen Ligue 1.
Pencapaian tersebut mengantarkan Lille meraih tiket langsung ke Liga Champions musim depan.
Baca Juga:Adrien Rabiot Kandidat Pertama yang Ingin Dibawa Allegri ke NapoliMarco Delvecchio: Totti Raja Kedelapan Roma
Bagi Giroud, kesempatan kembali tampil di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa menjadi motivasi besar untuk terus melanjutkan karier profesionalnya.
Kisah Giroud semakin istimewa jika melihat perjalanan panjang yang telah dilaluinya.
Sejak memperkuat klub-klub besar seperti Arsenal, Chelsea, AC Milan, hingga kini Lille, ia selalu dikenal sebagai pemain yang mengandalkan profesionalisme tinggi, disiplin, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa.
Saat membela AC Milan, Giroud menjadi salah satu figur sentral dalam keberhasilan Rossoneri menjuarai Serie A musim 2021/2022.
Gol-gol penting yang dicetaknya, termasuk dalam laga-laga krusial perebutan gelar, membuat namanya dikenang sebagai salah satu pahlawan Scudetto.
Tidak hanya berkontribusi di lapangan, Giroud juga menjadi sosok pemimpin yang dihormati di ruang ganti.
