Cardinale Diminta Singkirkan Ibrahimovic: AC Milan Tak Bisa Berjalan dengan Dua Garis Komando

Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Menurutnya, sejarah sudah menunjukkan bahwa model kepemimpinan seperti itu tidak pernah menghasilkan stabilitas.

“Mustahil klub sebesar Milan berjalan dengan dua garis komando dan dua cara berpikir yang berbeda. Model seperti ini adalah panggilan menuju bencana,” tulis Ordine.

Ia juga menyinggung periode ketika terjadi perbedaan pandangan antara Giorgio Furlani dan Paolo Maldini, yang kemudian berlanjut pada hubungan antara Furlani dan Massimiliano Allegri.

Baca Juga:PSG Bidik Julian Alvarez, Marco Palestra Jadi Rebutan Inter Milan dan JuventusMark Iuliano Sindir Vlahovic: Pemain yang Tak Bangga Memakai Seragam Juventus Lebih Baik Pergi

Situasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Milan kehilangan arah dalam beberapa musim terakhir.

Karena itu, Ordine menegaskan bahwa Cardinale harus mengambil keputusan tegas.

“Jika Ibrahimovic menjadi penghalang bagi pilihan-pilihan yang ingin diambil Cardinale, maka sebaiknya Cardinale berpisah dengannya,” tulisnya.

Ordine tidak hanya mengkritik peran Ibrahimovic, tetapi juga mempertanyakan kapasitasnya sebagai eksekutif klub.

Menurutnya, selama ini Ibrahimovic lebih banyak mengikuti dorongan egonya dibandingkan menunjukkan kemampuan sebagai seorang manajer sepak bola.

Ia mengingatkan bahwa menjadi pemain hebat tidak otomatis membuat seseorang menjadi direktur atau pemimpin klub yang sukses.

“Menjadi pesepak bola kelas dunia dan menjadi manajer sepak bola adalah dua profesi yang sama sekali berbeda,” tegas Ordine.

Ia kemudian mengutip pandangan Paolo Maldini yang selama ini sering menekankan pentingnya kerendahan hati bagi mantan pemain yang ingin berkarier sebagai eksekutif.

Baca Juga:Panasnya Perebutan Kursi Presiden Real Madrid: Perez Umumkan Mourinho, Riquelme Janjikan Haaland dan RodriMatteo Bonetti: AC Milan dalam Bencana

Menurut Ordine, seseorang yang minim pengalaman manajerial harus memiliki kemauan besar untuk belajar dan mengembangkan diri.

“Untuk menjadi manajer sepak bola dibutuhkan kerendahan hati yang luar biasa serta kesediaan untuk terus belajar. Hal itu selalu diingatkan oleh Paolo Maldini,” lanjutnya.

Kesimpulan yang ditarik Ordine sangat jelas.

“Dalam sebuah organisasi, satu pemimpin selalu lebih baik daripada dua.”Kisah di Balik Kepergian Allegri

Dalam tulisannya, Ordine juga mengulas hubungan antara AC Milan dan Massimiliano Allegri yang berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Ia menilai banyak pihak salah memahami situasi yang sebenarnya terjadi.

Menurut Ordine, Allegri tidak pernah kehilangan komitmennya terhadap Milan dan terus bekerja keras hingga hari terakhir demi membawa tim lolos ke Liga Champions.

0 Komentar