Sisir Kasus Stunting, 39 Balita di Sukaherang Singaparna Tasikmalaya Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Stunting
Para orang tua berkonsultasi langsung dengan petugas kesehatan mengenai kondisi dan tumbuh kembang anak mereka usai pemeriksaan balita stunting di Aula Desa Sukaherang, Selasa 2 Juni 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui pelayanan kesehatan bagi balita. Sebanyak 39 balita yang masuk kategori stunting menjalani pemeriksaan kesehatan di Aula Desa Sukaherang, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang difokuskan pada pemantauan dan penanganan anak-anak berisiko stunting. Selain pemeriksaan kesehatan, orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan gizi dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kepala Desa Sukaherang, Hj Euis Rukoyah, SPd MPd menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung program percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.

Baca Juga:Foto Perdana The Second Child Bikin Penasaran, Lim Soo Jung dan Park So Yi Terjebak Rahasia Kelam Masa LaluDPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah 

“Kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurut Euis, pemeriksaan balita menjadi langkah konkret untuk memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang memadai, baik dari sisi kesehatan maupun pemenuhan gizi. Karena itu, keterlibatan orang tua dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan penanganan stunting.

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kondisi balita, memantau tumbuh kembang anak, serta memberikan konsultasi kepada orang tua terkait upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Melalui kegiatan itu, Euis berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak semakin meningkat.

“Dengan deteksi yang cepat, langkah penanganan juga dapat dilakukan lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Camat Singaparna Tono Haeruman mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sukaherang yang dinilai menghadirkan layanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Persoalan stunting merupakan isu strategis yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” ucapnya.

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

Tono menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat sekaligus dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Ia berharap program serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Singaparna.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga keluarga.

0 Komentar