Legenda AC Milan Sindir Ibrahimovic: Orang yang Mengaku Tuhan Lebih Rendah dari Malaikat

Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Menurutnya, AC Milan telah kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar kemenangan di lapangan, yakni identitas, gairah, dan rasa memiliki terhadap klub.

Ia menyebut bahwa dahulu para petinggi klub bukan hanya menginvestasikan uang, tetapi juga hati dan perasaan mereka demi mewujudkan mimpi besar Milan. Hal tersebut, menurutnya, sudah tidak terlihat lagi sekarang.

“Di belakang kami ada klub yang serius, dipimpin orang-orang yang percaya pada sebuah mimpi dan ingin mewujudkannya. Selain investasi uang, ada investasi berupa gairah dan perasaan. Itulah yang sekarang sudah tidak ada lagi,” tulisnya.

Baca Juga:Daftar Tim dengan Penghasilan Terbesar di Liga Champions: PSG No 1, Inter di Luar 10 BesarJurnalis Italia: Cardinale dan Ibrahimovic Buat Banyak Orang Menolak AC Milan

Virdis juga menyoroti berbagai perubahan yang dianggap menjauhkan klub dari para pendukungnya.

Mulai dari hilangnya spanduk-spanduk ikonik di stadion, kenaikan harga tiket, hingga berbagai keputusan yang menuai kontroversi.

Bagian paling menarik dari unggahan tersebut adalah kalimat yang diyakini banyak pihak sebagai sindiran langsung kepada Zlatan Ibrahimovic.

Mantan striker asal Swedia itu memang pernah terkenal dengan pernyataannya yang menyebut dirinya sebagai “dewa” atau “Tuhan” dalam berbagai kesempatan sepanjang kariernya.

Tanpa menyebut nama secara langsung, Virdis menulis kalimat yang sarat makna.

“Sedikit demi sedikit mereka mematikan semuanya. Spanduk dihilangkan, harga dinaikkan, keputusan-keputusan yang meragukan. Dan mereka yang mengaku sebagai Tuhan mungkin nilainya bahkan lebih rendah daripada malaikat biasa,” sindirnya.

Virdis kemudian menegaskan bahwa kata-kata tidak lagi cukup untuk menjelaskan situasi Milan saat ini.

Baca Juga:Media Italia: AC Milan Pecat Moncada Tanpa Uang PesangonRafael Leao Kirim Pesan Perpisahan, Era Tim Scudetto AC Milan Berakhir

“Perkataan tidak berarti apa-apa. Yang penting adalah tindakan. Dan saat ini, yang terlihat bukan tindakan yang baik, melainkan berbagai masalah yang menyedihkan.”

Meski penuh kritik dan kekecewaan, legenda Rossoneri itu menutup pesannya dengan menunjukkan kecintaannya yang tidak pernah luntur kepada klub.

“Dengan begitu banyak kesedihan, saya hanya bisa mengatakan: Forza Milan, selamanya.”

Pernyataan Virdis menambah panjang daftar tokoh sepak bola Italia yang mempertanyakan arah baru AC Milan.

Di tengah ketidakpuasan suporter dan berbagai kontroversi yang muncul dalam beberapa bulan terakhir, tekanan terhadap manajemen klub semakin besar untuk segera membuktikan bahwa proyek yang mereka jalankan masih mampu membawa Rossoneri kembali bersaing di level tertinggi Eropa.

0 Komentar