TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Potensi wisata alam Curug Koja di Desa Linggalaksana, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Sejumlah pemuda pencinta alam menilai pengembangan destinasi wisata tersebut masih minim perhatian.
Padahal, Curug Koja dinilai memiliki pesona alam eksotis dan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Tasikmalaya Selatan.
Perwakilan pemuda pencinta alam Cikatomas, Hendra Maulanda, mengatakan hingga kini Curug Koja berkembang secara alami dan swadaya tanpa dukungan serius dari pemerintah daerah, baik dari sisi infrastruktur, fasilitas wisata, maupun promosi pariwisata.
Baca Juga:DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!
“Curug Koja ini memiliki pesona alam yang luar biasa. Alamnya masih sangat alami, udaranya sejuk, dan pemandangannya sangat indah. Tapi sampai sekarang pengembangannya masih berjalan sendiri melalui semangat masyarakat dan para pemuda,” ujarnya kepada Radar, Kamis (28/5/2026).
Menurut Hendra, Curug Koja memiliki daya tarik yang tidak kalah dibanding destinasi wisata lain di Jawa Barat. Keindahan air terjun di tengah kawasan hutan alami, suasana yang masih asri, serta bentang alam khas Tasikmalaya Selatan menjadi potensi yang seharusnya bisa dikembangkan lebih maksimal.
Ia menjelaskan, selama ini para pemuda pencinta alam bersama masyarakat setempat berupaya menjaga kawasan wisata tersebut secara mandiri. Mulai dari membersihkan area wisata, membuka akses jalan sederhana, hingga mempromosikan Curug Koja melalui media sosial dilakukan secara swadaya tanpa dukungan anggaran maupun fasilitas pemerintah.
Namun di tengah upaya tersebut, Hendra mengaku prihatin karena perhatian pemerintah terhadap pengembangan wisata di Tasikmalaya Selatan dinilai belum merata.
“Kami bukan hanya ingin wisata ini dikenal luas, tetapi juga ingin ada keberpihakan nyata dari pemerintah. Jangan sampai potensi sebesar ini terus dibiarkan berkembang sendiri tanpa dukungan yang serius,” katanya.
Ia menuturkan, salah satu persoalan utama yang masih dikeluhkan pengunjung adalah kondisi akses jalan menuju Curug Koja yang belum memadai. Selain itu, fasilitas dasar seperti area parkir, tempat istirahat, papan informasi, hingga sarana kebersihan juga masih sangat terbatas.
Hendra menilai, apabila dikelola dengan baik, Curug Koja berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Tasikmalaya Selatan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis alam.
