“Sekolah harus menjadi ruang pendidikan karakter, bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN Bantarkalong, Drs. Agus Setiadi, M.Si menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari dukungan sekolah terhadap program pendidikan karakter Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui semangat Gapura Panca Waluya.
“Penggunaan teknologi digital harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, bukan justru mengurangi produktivitas dan konsentrasi peserta didik dalam belajar,” ucapnya.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Agus menyebutkan, sekolah mendukung perkembangan teknologi, tetapi penggunaannya harus tepat sasaran. Menurutnya, peserta didik perlu memiliki kemampuan menggunakan gawai secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan pendidikan.
Ia menilai, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dapat mengurangi fokus belajar serta menurunkan kualitas interaksi sosial siswa.
Dengan adanya pembatasan penggunaan gawai, siswa diharapkan lebih aktif mengikuti pembelajaran, memperkuat komunikasi dengan teman sebaya, serta meningkatkan partisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah.
“Kami ingin membentuk generasi yang cerdas secara akademik, sehat secara sosial, serta memiliki etika dan tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi,” katanya.
Agus juga mengajak peserta didik menjadikan kebijakan tersebut sebagai momentum membangun budaya belajar yang lebih positif melalui slogan “Gunakan Gawai Secara Bijak, Raih Prestasi, Wujudkan Gapura Panca Waluya”.
Menurutnya, teknologi harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pendidikan dan pengembangan diri, bukan menjadi penghambat proses belajar.
“Melalui kebijakan tersebut, semoga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih tertib, nyaman, dan mampu mendorong siswa untuk lebih fokus dalam belajar, meningkatkan prestasi, serta membangun budaya interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah,” tandasnya. (obi)
