RADARTASIK.ID – Kritik terhadap kepemimpinan Gerry Cardinale di AC Milan semakin keras terdengar.
Setelah empat musim penuh gejolak di bawah kendali RedBird Capital, Rossoneri dinilai kehilangan identitas dan arah proyek olahraga mereka.
Kini, jurnalis Italia sekaligus rekan kerja Telelombardia, Stefano Donati, secara terbuka menyarankan langkah ekstrem kepada Cardinale demi menyelamatkan Milan: menyingkirkan Zlatan Ibrahimović dan Giorgio Furlani, lalu meminta maaf kepada Paolo Maldini.
Baca Juga:Dirindukan Fans AC Milan, Maldini Pilih Tutup MulutFans Real Madrid Ngamuk di Bernabeu: Florentino Perez Diusir, Vinicius dan Mbappe Dicemooh
Pernyataan itu disampaikan Donati melalui akun X pribadinya setelah melihat Milan terus gagal menemukan stabilitas meski sudah menghabiskan dana transfer dalam jumlah besar.
“Hanya ada satu hal yang bisa dilakukan Cardinale untuk mengembalikan antusiasme dan membangkitkan kembali AC Milan,” tulis Donati.
“Singkirkan Furlani dan Ibra, pergi ke Paolo Maldini, minta maaf, berikan dia kendali penuh, dan minta dia memimpin seluruh aspek olahraga klub,” lanjutnya.
Ucapan Donati langsung memancing perdebatan besar di kalangan tifosi Milan.
Sebagian mendukung gagasan tersebut karena menilai Maldini adalah simbol terakhir identitas Rossoneri, sementara yang lain menganggap klub tidak mungkin kembali ke masa lalu.
Namun kritik terhadap manajemen Milan memang semakin sulit dibendung.
Sejak Cardinale mengambil alih mayoritas saham klub dari Elliott Management pada 2022, Milan baru meraih satu trofi, yakni Piala Super Italia.
Padahal, investasi yang dikeluarkan klub sangat besar. Dalam empat musim terakhir, Milan mendatangkan 36 pemain baru dengan nilai transfer mencapai ratusan juta euro.
Pada musim pertama era RedBird, Milan mengeluarkan 37,5 juta euro atau sekitar Rp637,5 miliar untuk merekrut Charles De Ketelaere dari Club Brugge.
Baca Juga:Presiden Partai di Prancis Sindir Mbappe: PSG Memenangkan Liga Champions Setelah Dia PergiMaldini Sedih Lihat Kondisi AC Milan Saat Ini: “Tidak Ada yang Tahu Apa yang Tersisa dari Kehancuran Ini"
Musim berikutnya, revolusi besar dilakukan setelah kepergian Maldini dan Frederic Massara. Milan membeli Tijjani Reijnders, Yunus Musah, Samuel Chukwueze, hingga Christian Pulisic dengan total biaya fantastis.
Belanja besar kembali dilakukan pada musim berikutnya dengan kedatangan Santiago Giménez, Youssouf Fofana, Álvaro Morata, dan Strahinja Pavlović.
Tak berhenti di situ, musim 2025/2026 kembali menjadi ajang belanja besar-besaran.
Milan mendatangkan Christopher Nkunku dengan harga 37 juta euro atau sekitar Rp629 miliar, serta Ardon Jashari senilai 36 juta euro atau Rp612 miliar.
