RADARTASIK.ID – Krisis yang melanda AC Milan semakin dalam di momen paling menentukan musim ini.
Kekalahan demi kekalahan membuat Rossoneri bukan hanya terancam gagal lolos ke Liga Champions, tetapi juga kembali memunculkan pertanyaan besar soal masa depan Massimiliano Allegri.Jurnalis Italia, Raimondo De Magistris, bahkan menilai Allegri kini kembali berada dalam tekanan besar seperti saat akhir masa keduanya bersama Juventus FC.
“Allegri yang beberapa bulan lalu tampak kembali populer kini kembali menjadi masa lalu. Hari ini pelatih asal Livorno itu kembali duduk di kursi terdakwa,” tulis De Magistris dalam editorialnya di Tuttomercatoweb.
Baca Juga:Mattia Caldara: Tanpa Liga Champions Musim AC Milan Gagal TotalGianluca Minchiotti: Juventus Punya Jadwal Paling Buruk dalam Perebutan Tiket Liga Champions
Menurutnya, hasil buruk Milan membuat semua kritik lama terhadap Allegri kembali muncul ke permukaan.
Pelatih berusia 58 tahun itu dianggap tidak lagi mampu membawa sepak bola modern yang agresif dan progresif.
Kekalahan 2-3 dari Atalanta di San Siro menjadi titik paling menyakitkan musim ini.
Bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena atmosfer stadion yang penuh kemarahan.
Suporter Milan melontarkan siulan keras sepanjang pertandingan dan melampiaskan frustrasi kepada manajemen, pemain, hingga Allegri sendiri.
De Magistris menilai Milan saat ini sudah kehilangan identitas permainan dan tampil layaknya tim papan tengah Serie A.
Statistik Rossoneri pada putaran kedua musim ini memang sangat mengkhawatirkan.
Milan hanya meraih 25 poin dari 17 pertandingan terakhir, catatan yang bahkan setara dengan tim peringkat 10 klasemen Serie A.
Baca Juga:Cassano Minta Fabregas Tinggalkan Italia: Serie A Tak Layak UntuknyaClaudio Ranieri Tertarik Tukangi Timnas Italia: Buka Peluang Duet dengan Allegri
Dalam periode tersebut, Milan berjalan sejajar dengan Udinese dan Genoa. Bahkan performa mereka hanya sedikit lebih baik dibanding Parma Calcio 1913 dan kalah stabil dari US Sassuolo Calcio.
Kondisi Milan disebut mulai runtuh setelah jeda internasional terakhir.
Dalam enam pertandingan terakhir, Rossoneri menelan empat kekalahan dan hanya mampu meraih satu kemenangan susah payah atas Hellas Verona FC.
Situasi ini membuat posisi Milan di zona Liga Champions tidak lagi aman.
Klub yang sempat nyaman di empat besar kini harus bertarung sengit dengan AS Roma, Juventus, hingga Como 1907 untuk memperebutkan tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan.
