AC Milan Runtuh, Allegri Kembali Duduk di Kursi Terdakwa

Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Allegri sendiri berulang kali mencoba menenangkan situasi. Setelah kekalahan melawan Atalanta, ia menegaskan bahwa nasib Milan masih berada di tangan mereka sendiri.

Namun ucapan tersebut tidak cukup meredakan kritik yang terus berdatangan.

Performa Rafael Leao menjadi simbol paling jelas dari krisis Milan musim ini. Winger Portugal itu tampil inkonsisten dan gagal memberi pengaruh besar dalam pertandingan-pertandingan penting.

Di saat yang sama, Allegri juga mulai kembali mendapat cap sebagai pelatih yang tertinggal dari perkembangan sepak bola modern.

Baca Juga:Mattia Caldara: Tanpa Liga Champions Musim AC Milan Gagal TotalGianluca Minchiotti: Juventus Punya Jadwal Paling Buruk dalam Perebutan Tiket Liga Champions

Kritik yang dulu menghantuinya di Juventus kini muncul kembali di Milan.

Banyak pihak menilai Allegri masih hebat dalam mengelola ruang ganti dan menjaga keseimbangan tim, tetapi mulai kehilangan kemampuan menghadirkan sepak bola menyerang yang agresif dan modern.

De Magistris bahkan mempertanyakan kemampuan Allegri dalam mengubah jalannya pertandingan lewat keputusan taktis.

“Anda ingat Allegri musim ini mampu mengubah pertandingan dari bangku cadangan? Pada periode pertamanya di Juventus itu sering terjadi. Musim ini bersama Leao dia gagal total,” tulisnya.

Pada periode pertama bersama Juventus, Allegri memang dikenal piawai membuat keputusan taktis mengejutkan.

Salah satu yang paling dikenang adalah keberhasilannya mengubah Mario Mandzukic menjadi winger kiri yang sangat efektif.

Namun musim ini, eksperimen dan keputusan taktisnya justru sering berakhir mengecewakan.

Baca Juga:Cassano Minta Fabregas Tinggalkan Italia: Serie A Tak Layak UntuknyaClaudio Ranieri Tertarik Tukangi Timnas Italia: Buka Peluang Duet dengan Allegri

Allegri dinilai gagal menemukan formula terbaik untuk Leao maupun lini serang Milan secara keseluruhan.

Kini, pelatih asal Livorno itu benar-benar berada dalam tekanan besar. Setiap keputusan yang diambilnya terus dipertanyakan publik dan media Italia.

Padahal ketika direkrut Milan, Allegri diharapkan mampu menciptakan dampak instan seperti yang dilakukan Antonio Conte bersama Napoli.

Sayangnya, harapan besar itu kini berubah menjadi bencana.

Jika Milan gagal lolos ke Liga Champions, musim ini hampir pasti akan dianggap sebagai kegagalan total.

Dampaknya tidak hanya soal prestise, tetapi juga keuangan klub, strategi transfer, hingga masa depan proyek Rossoneri.

Bagi Allegri sendiri, kegagalan tersebut bisa menjadi pukulan paling berat dalam kariernya beberapa tahun terakhir.

0 Komentar