Biaya Haji Plus di Kota Tasikmalaya Rp 250 Jutaan, Antrean Lebih Singkat

biaya haji plus Tasikmalaya
Pelepasan jemaah Haji Plus Taza Tours Travel di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Selasa (5/5/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah panjangnya antrean haji reguler yang bisa “mengalahkan usia produktif”, skema haji plus kembali dilirik.

Itu tergambar dalam pelepasan jemaah Haji Plus Taza Tours Travel di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Selasa (5/5/2026).

Namun, jalan cepat ini jelas tak murah. Biaya yang harus disiapkan awal 4.000 dolar AS per orang dengan total biaya hingga lunas 14.000 dolar atau sekitar Rp250 juta, angka yang bagi sebagian kalangan jadi “tiket percepatan” menuju Tanah Suci.

Baca Juga:Rekonstruksi Lahan Lapangan Olahraga di Kota Tasikmalaya Sempat Memanas, Dugaan Maladministrasi Menguat10 Korban Penyiraman Air Keras di Manonjaya Tasikmalaya, Ini Daftar Nama dan Kondisinya

Pasangan suami istri asal Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Hendri dan Siti Rosita—pengusaha di Tanah Abang—menjadi bagian dari rombongan kecil yang berangkat tahun ini.

Direktur PT Taza Mulia Barokah (Taza Tours), Hj Nina Yuliani SPdI, mengakui program haji plus masih tergolong baru di perusahaannya. Selama ini, pihaknya lebih dulu memberangkatkan jamaah melalui skema lain sejak 2018.

“Kalau haji reguler itu antreannya bisa sampai 20 tahun lebih. Sementara haji plus estimasinya 5 sampai 10 tahun. Ini jadi alternatif untuk mengurai antrean,” ujarnya.

Ia menjelaskan, haji plus dikelola oleh penyelenggara resmi berizin PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus), dengan kuota terbatas dari pemerintah.

Dari sisi biaya, calon jamaah harus menyetor 4.000 dolar AS untuk mendapatkan porsi, di luar pelunasan akhir.

Meski mahal, Nina menilai fasilitas menjadi pembeda yang “menggoda”. Mulai dari hotel bintang lima di Makkah dan Madinah hingga maskapai yang digunakan, semua dikemas dalam layanan premium.

“Kalau dibandingkan, ya sebanding. Lebih cepat berangkat dan fasilitasnya juga maksimal, kelas bintang lima,” katanya.

Baca Juga:Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Kembali Hadir: Seniman Muda Didorong Naik Kelas, Bukan Sekadar PentasDendam ini yang Picu Kurir Siram Air Keras di Manonjaya Tasikmalaya, 10 Korban Terluka

Menariknya, meski baru dua jamaah yang dilepas secara simbolis, pihaknya mengklaim minat masyarakat mulai tumbuh untuk berangkat haji plus. Namun, Taza Tours memilih tidak agresif.

“Kami ingin buktikan dulu. Ibadah itu butuh ketenangan, bukan sekadar promosi,” ucap Nina, menyelipkan satir halus di tengah maraknya kasus travel bermasalah.

Ia juga menegaskan seluruh proses mengikuti regulasi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Visa yang digunakan pun sesuai peruntukan—haji dengan visa haji, bukan “jalan pintas” berkedok umrah.

0 Komentar