Veda Ega Pratama Masuk Radar Aspar Team, Pembalap Muda Indonesia Disebut Berpotensi Jadi “Ai Ogura Kedua”

Veda Ega Pratama Masuk Radar Aspar Team
Veda Ega Pratama Masuk Radar Aspar Team, Bintang Muda Indonesia Disebut Berpotensi Jadi “Ai Ogura Kedua”. Foto: Tangkapan layar instagram@veda_54
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Performa kompetitif di Moto3 2026, hasil impresif pada tes Jerez, dan nilai komersial besar dari pasar Indonesia membuat Veda Ega Pratama mulai dilirik tim-tim elite paddock Grand Prix.

Nama Veda Ega Pratama kini bukan lagi sekadar pembalap muda berbakat dari Indonesia.

Di paddock Moto3, namanya mulai diperbincangkan sebagai salah satu talenta yang memiliki jalur cepat menuju level lebih tinggi.

Baca Juga:Gus Ipul: Sekolah Rakyat Pelaksanaan Amanat Konstitusi untuk Memelihara Pakir Miskin dan Anak-Anak TerlantarUpdate Haji 2026: Tiga Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi ke Makkah dengan Ambulans

Performa yang terus menanjak, karakter balap agresif, dan kematangan yang tumbuh lebih cepat dari usianya membuat Veda masuk dalam radar banyak pihak—termasuk Aspar Team, salah satu tim pembinaan paling disegani di Grand Prix.

Rumor mengenai ketertarikan Aspar terhadap Veda menguat setelah dua pengamat MotoGP, Matteo Guerinoni dan Abdul Sattar, membahas potensi besar rider muda asal Gunungkidul tersebut.

Dalam pandangan mereka, Veda memiliki profil yang sangat sesuai dengan filosofi pengembangan Aspar: muda, lapar prestasi, cepat beradaptasi, dan punya fondasi teknik yang kuat.

Aspar bukan tim biasa.

Tim asal Spanyol yang didirikan legenda balap Jorge “Aspar” Martinez itu dikenal memiliki sistem pembinaan yang matang.

Mereka tidak hanya mencari pembalap cepat, tetapi membentuk rider secara menyeluruh—mulai dari teknik balap, kekuatan mental, manajemen tekanan, hingga kecerdasan membaca strategi di lintasan.

Jejak sukses mereka sudah terbukti.

Nama-nama seperti David Alonso dan Daniel Holgado lahir dari sistem pembinaan yang terstruktur, sementara regenerasi terus berjalan melalui kemunculan talenta baru seperti Máximo Quiles dan Marco Morelli.

Dalam skema seperti itu, Matteo menilai Veda adalah profil yang sangat ideal untuk dikembangkan.

Baca Juga:Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen, Pendapatan Pengemudi Jadi 92 PersenEra Baru, MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan, Wildcard Dihapus hingga Teknologi Pemantau Pembalap Diperluas

Menurutnya, usia Veda masih sangat muda, tetapi paket potensinya sudah terlihat jelas.

Ia memiliki keberanian, naluri menyerang, dan kapasitas belajar yang tinggi—kombinasi yang sangat dicari tim-tim pembinaan elite.

Bersinar di Moto3, Bukan Sekadar Tempelan Grid

Yang membuat nama Veda semakin menarik bukan hanya rumor transfer, melainkan apa yang ia tunjukkan di lintasan.

Abdul Sattar menyoroti bahwa banyak orang masih memandang Moto3 sebagai kelas awal.

0 Komentar