Kehadiran pembalap Indonesia yang kompetitif di Grand Prix otomatis membawa dampak besar, bukan hanya secara olahraga tetapi juga dari sisi komersial.
Dengan kombinasi performa, usia muda, prospek jangka panjang, dan daya tarik pasar Asia Tenggara, Veda kini dipandang sebagai aset bernilai tinggi.
Di sinilah Honda Team Asia menghadapi tantangan.
Saat ini Veda memang berada di jalur pengembangan Honda.
Namun Abdul mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan talenta besar bisa memilih jalur berbeda jika ruang berkembang tak diberikan secara optimal.
Baca Juga:Gus Ipul: Sekolah Rakyat Pelaksanaan Amanat Konstitusi untuk Memelihara Pakir Miskin dan Anak-Anak TerlantarUpdate Haji 2026: Tiga Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi ke Makkah dengan Ambulans
Ia menyinggung kasus Ai Ogura, yang pada akhirnya menempuh arah karier berbeda dari jalur pembinaan Honda.
Jika momentum ini tidak dikelola dengan tepat, bukan tak mungkin tim lain bergerak lebih cepat.
Dan Aspar bisa menjadi salah satu yang paling serius.
Le Mans Jadi Panggung Berikutnya
Kini, semua mata mengarah ke Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, 10 Mei mendatang.
Setelah hasil menjanjikan di Jerez, Veda datang dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi.
Jika mampu menjaga tren positif, bukan mustahil ia kembali finis di papan atas—atau bahkan menciptakan kejutan yang lebih besar.
Perjalanan Veda Ega Pratama masih panjang. Namun satu hal mulai terlihat jelas: anak muda dari Gunungkidul itu kini tak lagi sekadar bermimpi menembus level elite.
Ia sedang mengetuk pintu menuju sana, dengan keras.
