RADARTASIK.ID— Tiga jemaah haji Indonesia yang kondisinya belum sepenuhnya pulih tetap diberangkatkan menuju Makkah dengan pengawalan medis ketat.
Keberangkatan mereka dilakukan menggunakan ambulans milik Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah setelah rombongan kelompok terbang (kloter) masing-masing lebih dahulu bergerak ke Makkah.
Langkah evakuasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan para jemaah tetap dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji, meski sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Baca Juga:Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen, Pendapatan Pengemudi Jadi 92 PersenEra Baru, MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan, Wildcard Dihapus hingga Teknologi Pemantau Pembalap Diperluas
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti, menjelaskan ketiga jemaah tersebut sebelumnya dirawat di fasilitas kesehatan berbeda di Arab Saudi.
Setelah kondisi mereka dinyatakan stabil dan aman untuk dipindahkan, diketahui kloter asal para jemaah sudah lebih dulu meninggalkan Madinah menuju Makkah.
“Malam ini kami memberangkatkan tiga jemaah dengan satu pendamping menggunakan ambulans KKHI dari Madinah ke KKHI Makkah,” ujar dr. Enny, Kamis (30/4/2026).
Karena itu, petugas kesehatan memutuskan memberangkatkan ketiganya pada Kamis malam dengan satu orang pendamping melalui ambulans KKHI dari Madinah menuju KKHI Makkah.
Dalam perjalanan darat yang diperkirakan memakan waktu antara empat hingga enam jam tersebut, ambulans dikawal satu dokter dan satu perawat guna memastikan kondisi jemaah tetap terpantau selama perjalanan.
Tiga jemaah yang dievakuasi masing-masing berinisial JT dari Kloter KJT 1, SDD dari Kloter KJT 1, serta UBS dari Kloter KNO 01. Mereka merupakan pasien pascarawat inap dari beberapa rumah sakit, di antaranya King Fahd Hospital dan Saudi German Hospital.
Dua di antaranya diketahui tengah menjalani pemulihan akibat komplikasi Diabetes Melitus pascatindakan debridement luka pada kaki, sementara satu jemaah lainnya mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang kondisinya kini disebut stabil.
Baca Juga:May Day 2026, Presiden Prabowo Janji Bangun Daycare dan 1 Juta Rumah untuk BuruhOperasional Haji Hari Ke-10 Berjalan Lancar, Lebih dari 54 Ribu Jemaah Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci
Meski belum pulih sepenuhnya, ketiganya telah dinyatakan transportable atau cukup aman untuk menempuh perjalanan menuju Makkah.
Ada perlakuan khusus dalam proses evakuasi tersebut. Ambulans dijadwalkan singgah di Bir Ali, lokasi miqat bagi jemaah yang hendak melaksanakan umrah wajib.
Mengingat kondisi fisik ketiga jemaah masih terbatas, proses niat ihram akan dibantu petugas medis tanpa mengharuskan mereka turun dari ambulans.
