RADARTASIK.ID – Dua tahun lalu, Matias Soulé datang ke AS Roma dengan status salah satu talenta muda paling menjanjikan di Italia.
Kedatangannya dari Juventus disambut meriah oleh ratusan tifosi Giallorossi yang memadati ibu kota Italia.
Saat itu, banyak yang percaya bahwa pemain asal Argentina tersebut akan menjadi penerus ideal Paulo Dybala, bahkan menjadi wajah baru proyek jangka panjang Roma.
Namun, memasuki musim panas 2026, situasinya berubah drastis.
Baca Juga:Dana Transfer Manchester City Menipis, Arsenal Kini Favorit Dapatkan Sandro Tonali Francesco Toldo: Saya Menolak Tawaran Atletico dan Barcelona demi Inter Milan
Alih-alih menjadi pusat proyek klub, Soulé kini justru masuk daftar pemain yang berpotensi dijual demi menyeimbangkan keuangan klub dan membuka ruang bagi rekrutan baru pilihan Gian Piero Gasperini.
Ironisnya, ketika Soulé tiba di Roma, justru Dybala yang diperkirakan akan meninggalkan klub.
La Joya saat itu nyaris menerima tawaran besar dari Arab Saudi sebelum akhirnya memutuskan bertahan.
Kini, Dybala justru semakin dekat dengan perpanjangan kontrak, sementara Soulé menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
Roma mendatangkan Soulé dari Juventus setelah sang pemain tampil impresif bersama Frosinone.
Giallorossi mengeluarkan dana sebesar 25,6 juta euro atau sekitar Rp512 miliar yang dibayar secara bertahap dalam empat tahun, ditambah bonus hingga 4 juta euro atau Rp80 miliar.
Total investasi Roma untuk pemain tersebut mendekati 30 juta euro atau sekitar Rp600 miliar.
Baca Juga:Jamie Vardy Tuding Liga Italia Terlalu Banyak Porsi Lari dalam Latihan: Kami Tak Punya Tenaga saat BertandingJurnalis Italia Sindir Revolusi AC Milan ala Cardinale: Punya Jadwal Pramusim Meski Tak Miliki Pelatih
Jumlah tersebut menunjukkan betapa besarnya keyakinan klub terhadap kemampuan Soulé.
Ia diproyeksikan menjadi salah satu pemain kunci masa depan Roma dan diharapkan bisa mengikuti jejak sukses Dybala.
Namun kenyataan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai harapan.
Musim keduanya di Roma terganggu oleh masalah fisik yang terus menghantuinya.
Cedera pubalgia atau nyeri pangkal paha membuat performanya tidak pernah benar-benar stabil sepanjang musim.
Meski hanya absen dalam lima pertandingan Serie A, Soulé sering kali bermain dalam kondisi tidak sepenuhnya fit. Hal itu berdampak pada konsistensi permainannya.
Secara statistik, pemain berusia 23 tahun tersebut sebenarnya masih mencatatkan angka yang cukup baik.
Ia tampil dalam 42 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan tujuh gol dan delapan assist.
