RADARTASIK.ID – Mantan striker Leicester City, Jamie Vardy, melontarkan kritik tajam terhadap metode latihan yang diterapkannya selama berkarier di Italia.
Penyerang veteran Inggris itu mengaku kesulitan beradaptasi dengan budaya sepak bola Italia yang menurutnya terlalu fokus pada latihan fisik, khususnya lari, sehingga pemain justru kehabisan energi saat hari pertandingan.
Komentar tersebut disampaikan Vardy dalam podcast pribadinya yang berjudul “Jamie Vardy’s Having A Party”.
Baca Juga:Jurnalis Italia Sindir Revolusi AC Milan ala Cardinale: Punya Jadwal Pramusim Meski Tak Miliki Pelatih Oliver Glasner Kandidat Terkuat Pelatih AC Milan: Ralf Rangnick Calon Direktur Teknik
Dalam podcast itu, pemain yang musim lalu memperkuat Cremonese dan mengalami degradasi dari Serie A tersebut berbicara blak-blakan mengenai pengalamannya selama bermain di Negeri Pizza.
Menurut Vardy, perbedaan antara sepak bola Italia dan Inggris sangat terasa, baik dari segi tempo permainan maupun metode latihan sehari-hari.
“Bagaimana sepak bola Italia dibandingkan dengan sepak bola Inggris? Jauh lebih lambat dan lebih defensif. Latihannya berlangsung terus-menerus. Lari, lari, dan lari. Ketika pertandingan tiba, secara harfiah Anda sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk diberikan,” ujar Vardy.
Pemain yang kini memperkuat Sheffield itu mengaku kondisi tersebut sangat berat, terutama bagi pemain yang sudah memasuki usia senja dalam karier sepak bola profesional.
“Tidak menyenangkan ketika Anda berusia 38 atau 39 tahun. Tetapi bukan hanya saya yang merasakannya. Memang seperti itulah sistem yang berjalan di sana,” lanjutnya.
Vardy juga mengungkapkan keheranannya terhadap struktur pengambilan keputusan di klub-klub Italia.
Ia menilai direktur olahraga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai aspek tim.
Baca Juga:Daftar 6 Pemain yang Akan Diusir Mourinho dari Real Madrid: Ada Nama Camavinga dan Rodrygo Jose Mourinho Minta Real Madrid Datangkan Nico Schlotterbeck
“Direktur olahraga ikut campur dalam hampir semua hal. Itu benar-benar gila,” katanya.
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Vardy terjadi menjelang pertandingan melawan Bologna FC 1909.
Saat itu, timnya mencoba pendekatan yang lebih lazim digunakan di Inggris, yakni memberikan hari libur kepada pemain sehari sebelum pertandingan.
Hasilnya ternyata sangat positif. Para pemain tampil segar dan mampu meraih kemenangan meyakinkan 3-1.
“Menjelang laga melawan Bologna, kami melakukan apa yang biasanya dilakukan di Inggris. Kami mendapatkan satu hari libur sebelum pertandingan. Semua pemain masuk ke lapangan dalam kondisi segar dan kami menang 3-1,” ungkapnya.
