Era Baru, MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan, Wildcard Dihapus hingga Teknologi Pemantau Pembalap Diperluas

MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan
MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan, Wildcard Dihapus hingga Teknologi Pemantau Pembalap Diperluas. Foto: X/@MotorbikeMag/Disway
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Era baru MotoGP telah dimulai. Komisi Kejuaraan Dunia Grand Prix Fédération Internationale de Motocyclisme resmi mengetuk palu perubahan besar untuk musim MotoGP 2027.

Sejumlah regulasi anyar disiapkan untuk membentuk wajah baru balap motor paling prestisius di dunia—mulai dari penghapusan wildcard di kelas premier, pengetatan aturan teknis, hingga pemanfaatan teknologi pemantau kondisi fisik pembalap.

Keputusan tersebut tertuang dalam hasil rapat Komisi Grand Prix yang digelar sepanjang Maret hingga April 2026, melibatkan sejumlah pemangku kepentingan utama di paddock MotoGP.

Baca Juga:May Day 2026, Presiden Prabowo Janji Bangun Daycare dan 1 Juta Rumah untuk BuruhOperasional Haji Hari Ke-10 Berjalan Lancar, Lebih dari 54 Ribu Jemaah Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci

Hadir dalam forum itu antara lain perwakilan FIM, IRTA, MSMA, hingga jajaran teknis dan komersial MotoGP yang bersama-sama merumuskan arah baru kompetisi.

Salah satu keputusan paling menyita perhatian adalah penghapusan wildcard di kelas MotoGP mulai musim 2027.

Aturan itu berlaku untuk seluruh pabrikan tanpa memandang status konsesi.

Artinya, tak akan ada lagi tim pabrikan yang menurunkan pembalap tambahan dalam seri tertentu untuk kepentingan pengembangan motor ataupun strategi kompetitif.

Meski pintu wildcard ditutup di kelas utama, kesempatan tampil dengan status wildcard tetap dibuka di kelas Moto2 dan Moto3.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa kelas pendukung masih dipandang sebagai ruang pengembangan talenta dan teknologi.

Komisi juga mempertegas aturan transisi menuju era mesin 850cc yang akan menjadi standar baru MotoGP pada 2027.

Untuk musim 2026, pembalap wildcard dipastikan tidak diperkenankan menjajal motor spesifikasi 2027, termasuk mesin 850cc, terlepas dari status konsesi pabrikan.

Baca Juga:IHSG Kembali Tersungkur Memerah, Ditutup Anjlok 2,03 Persen ke Level 6.956Borneo FC Langkahi Persib Bandung di Klasemen, Skuad Bojan Hodak Berpotensi Rebut Kembali Malam Nanti

Kebijakan ini diambil untuk menjaga kesetaraan proses pengembangan teknis menjelang perubahan regulasi besar.

Di sisi operasional balapan, prosedur penundaan start juga mengalami revisi.

Jika sebelumnya hitungan mundur menuju warming-up lap dilanjutkan dari papan tiga menit setelah start ditunda, kini proses itu akan dimulai kembali dari papan lima menit.

Perubahan tersebut memberi waktu tambahan bagi tim dan pembalap untuk melakukan penyesuaian teknis maupun strategi di grid.

Aspek keselamatan dan performa pembalap pun ikut menjadi sorotan.

Sistem pemantauan tekanan ban yang saat ini digunakan di MotoGP dipastikan tetap dipertahankan hingga musim 2027.

0 Komentar