RADARTASIK.ID— Setelah sempat bertahan stabil di zona hijau pada perdagangan Rabu (29/4/2026), laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali kehilangan tenaga pada Kamis (30/4/2026).
Sepanjang sesi perdagangan, tekanan jual mendominasi pasar hingga menyeret indeks utama Bursa Efek Indonesia itu ditutup melemah tajam.
Pada akhir perdagangan, IHSG tercatat terkoreksi 144,42 poin atau 2,03 persen ke posisi 6.956,80.
Baca Juga:Borneo FC Langkahi Persib Bandung di Klasemen, Skuad Bojan Hodak Berpotensi Rebut Kembali Malam NantiBerikut Ini Skema Khusus Perjalanan Haji dari Madinah ke Makkah, Lansia dan Disabilitas Dapat Kemudahan
Pelemahan tersebut sekaligus memperpanjang tren negatif yang sudah terlihat sejak sesi pertama perdagangan.
Sebelumnya, pada penutupan sesi I, IHSG sudah lebih dulu tertekan 174,68 poin atau turun 2,46 persen ke level 6.926,55.
Kondisi itu menunjukkan sentimen pasar masih dibayangi aksi jual yang cukup kuat di berbagai sektor.
Tekanan serupa juga melanda kelompok saham unggulan.
Indeks LQ45, yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar dan paling likuid, ikut berakhir di zona merah dengan penurunan 14,80 poin atau 2,16 persen ke level 669,34.
Berdasarkan data BCA Sekuritas, mayoritas saham bergerak melemah.
Tercatat sebanyak 900 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 221 saham yang berhasil menguat dan 214 saham lainnya stagnan.
Meski pasar tertekan, nilai transaksi tetap terbilang besar dengan total mencapai Rp21,3 triliun.
Sejumlah saham tercatat menjadi pemberat indeks setelah mengalami koreksi cukup dalam.
Saham UNTR turun Rp1.375 menjadi Rp29.050 per lembar.
Baca Juga:Wow, Friendster Bangkit Lagi, Jejaring Sosial Era 2000-an Hadir Kembali dalam Format BaruJalan Persib Menuju 5 Final Perburuan Juara: Terjal Tapi Masih Sangat Besar Tercapai
MLPT ikut terkoreksi Rp1.350 ke level Rp21.550, sedangkan ARKO melemah Rp1.325 menjadi Rp9.650 per saham.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan. SMMA naik Rp600 menjadi Rp15.600 per lembar, ITMG menguat Rp450 ke level Rp26.650, sementara SONA bertambah Rp350 menjadi Rp2.580 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham KOTA menjadi yang paling ramai ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 156.183 kali senilai Rp553,2 miliar. Posisi berikutnya ditempati ESIP dengan 102.889 kali transaksi senilai Rp268 miliar.
Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini menandakan volatilitas pasar masih tinggi, di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung berhati-hati mencermati berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global.
