TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peran ibu rumah tangga di Tasikmalaya kini tidak lagi dipandang sebatas mengurus dapur, anak, dan pekerjaan domestik.
Seiring berkembangnya peluang usaha ultra mikro, semakin banyak perempuan yang mampu mengambil peran lebih luas, yakni tetap menjaga keluarga sekaligus membantu perekonomian rumah tangga.
Pergeseran ini terlihat dari semakin banyaknya ibu rumah tangga di Tasikmalaya yang mulai membangun usaha dari rumah.
Baca Juga:21 Klub Motor Honda Kumpul di Kuningan, Bahas Masa Depan Paguyuban hingga Identitas Resmi8 Fakta Mengejutkan Kim Jae Won yang Belum Diketahui Penggemar Drama Korea
Dengan modal terbatas, jaringan lingkungan sekitar, serta kemauan untuk belajar, mereka mampu menciptakan sumber penghasilan sendiri tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pengasuhan.
Salah satunya dilakukan oleh Nia Suniarti (40), warga Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Sebagai ibu rumah tangga, Nia memilih membangun usaha kecil-kecilan dengan menjual baju dan perabotan rumah tangga secara kredit kepada warga sekitar.
Bagi Nia, menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak bisa menghasilkan pendapatan. Ia menilai peluang usaha bisa muncul dari kebutuhan masyarakat di lingkungan terdekat.
Dari situlah ia mulai melihat bahwa warga di kampungnya membutuhkan akses pembelian pakaian dengan sistem cicilan.
Nia mengaku, sebelum memiliki usaha, ia menjalani kehidupan seperti ibu rumah tangga pada umumnya.
Untuk membeli kebutuhan pribadi, ia harus menunggu penghasilan suami.
Kondisi tersebut kemudian mendorongnya untuk lebih mandiri secara finansial dan ikut meringankan beban ekonomi keluarga.
Keinginan itu mulai diwujudkan pada 2019.
Baca Juga:Pemerintah Batalkan Gross Split Mineral dan Batu Bara, Saham Tambang Tahan Banting Saat IHSG TurunKH Cucun Ahmad Syamsurijal Pimpin Keluarga Alumni Cipasung, Siap Bawa Organisasi Melesat ke Tingkat Nasional
Saat itu, Nia melihat belum banyak orang di lingkungannya yang menjual baju dengan sistem kredit.
Nia kemudian mencoba memanfaatkan peluang tersebut sebagai usaha sampingan dari rumah.
Namun, memulai usaha tentu membutuhkan modal.
Tabungan yang dimiliki belum mencukupi untuk membeli barang dagangan.
Beruntung, Nia telah menjadi anggota program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).
Melalui layanan tersebut, ia memperoleh pinjaman awal sebesar Rp 2 juta yang kemudian digunakan sebagai modal membeli baju untuk dijual kembali.
Setelah mendapatkan barang dagangan, Nia mulai menawarkan baju kepada tetangga dan warga sekitar.
Perlahan, usahanya berkembang dan memiliki pelanggan tetap.
Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu mudah.
