Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya Ini Bisa Bangun Bisnis dari Rumah, Mba Maya Membuka Jalan Jadi Pengusaha

Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya
Para ibu rumah tangga di Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya mengikuti pelatihan dari Rumah BUMN BRI Tasikmalaya berkolaborasi dengan PT PNM di Kantor Kelurahan Cibeuti, Selasa, 9 Juni 2026. (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

Salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah keterlambatan pembayaran cicilan dari pelanggan.

Dari pengalaman tersebut, Nia belajar lebih selektif dalam memberikan kredit.

Ia kini lebih memperhatikan karakter dan tanggung jawab calon pembeli sebelum memberikan barang secara cicilan.

Cara ini dilakukan agar modal usaha tetap bisa berputar dan keuntungan dapat digunakan kembali untuk menambah barang dagangan.

Baca Juga:21 Klub Motor Honda Kumpul di Kuningan, Bahas Masa Depan Paguyuban hingga Identitas Resmi8 Fakta Mengejutkan Kim Jae Won yang Belum Diketahui Penggemar Drama Korea

Meski keuntungan yang diperoleh tidak besar, Nia bersyukur usahanya dapat bertahan hingga lima tahun.

“Alhamdulillah walaupun keuntungan sedikit, hasilnya pun bisa untuk keperluan pribadi dan membantu perekonomian keluarga dan modal pinjaman pun bisa dikembalikan lagi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha, Nia juga mengikuti pelatihan dari Rumah BUMN BRI Tasikmalaya yang berkolaborasi dengan PT PNM melalui program Membina dan Memberdaya atau Mba Maya 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Kantor Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Nia, pelatihan seperti ini penting bagi pelaku usaha ultra mikro.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu pelaku usaha kecil agar lebih berkembang, lebih siap bersaing, dan mampu mengelola usaha dengan lebih baik.

Sementara itu, Ketua Rumah BUMN BRI Tasikmalaya, Muhammad Yagi Febriana, menjelaskan bahwa kolaborasi antara Rumah BUMN dan PNM merupakan bentuk pendampingan sekaligus penguatan kapasitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Tasikmalaya.

Baca Juga:Pemerintah Batalkan Gross Split Mineral dan Batu Bara, Saham Tambang Tahan Banting Saat IHSG TurunKH Cucun Ahmad Syamsurijal Pimpin Keluarga Alumni Cipasung, Siap Bawa Organisasi Melesat ke Tingkat Nasional

Program ini menyasar nasabah PNM Mekaar yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Yagi menyebutkan, pendampingan tersebut diberikan kepada 35 UMKM di 21 lokasi yang tersebar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Secara keseluruhan, program ini ditargetkan dapat menjangkau sekitar 735 UMKM.

Melalui program tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha secara efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, peserta juga didorong untuk mampu menentukan produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar.

Program pendampingan ini menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat UMKM, terutama usaha ultra mikro yang dijalankan oleh ibu rumah tangga.

Dengan dukungan pelatihan, akses modal, serta kemampuan membaca peluang, ibu rumah tangga dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga.

0 Komentar