Berikut Ini Skema Khusus Perjalanan Haji dari Madinah ke Makkah, Lansia dan Disabilitas Dapat Kemudahan 

Kepala Daerah Kerja Madinah 2026 Dr Khalilurahman
Kepala Daerah Kerja Madinah 2026 Dr Khalilurahman. Foto: MCH
0 Komentar

RADARTASIK.ID — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan pola layanan khusus untuk mendukung kelancaran pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah.

Skema khusus perjalanan haji dari Madinah ke Mekkah dirancang agar perjalanan ibadah berlangsung lebih tertib, nyaman, sekaligus ramah bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, terutama saat mengambil miqat di Bir Ali.

Kepala Daerah Kerja Madinah 2026 Dr Khalilurahman menjelaskan seluruh jemaah haji Indonesia yang masuk gelombang pertama akan diberangkatkan ke Makkah dengan mengambil miqat di Bir Ali.

Baca Juga:Wow, Friendster Bangkit Lagi, Jejaring Sosial Era 2000-an Hadir Kembali dalam Format BaruJalan Persib Menuju 5 Final Perburuan Juara: Terjal Tapi Masih Sangat Besar Tercapai

Namun, PPIH memberikan kemudahan khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas dengan tidak mewajibkan mereka turun dari bus.

Menurut Khalilurahman, kelompok jemaah tersebut cukup mengambil niat ihram dari dalam kendaraan.

Proses pengambilan miqat nantinya akan dipandu oleh pembimbing ibadah masing-masing kloter, sehingga jemaah tetap dapat menjalankan ketentuan syariat tanpa harus menghadapi kelelahan tambahan selama perjalanan.

Bir Ali sendiri merupakan salah satu titik miqat, yakni lokasi bagi jemaah untuk memulai niat ihram sebelum memasuki wilayah Makkah.

Tempat ini menjadi lokasi miqat utama bagi jemaah yang berangkat dari Madinah dan juga digunakan umat Islam dari berbagai negara.

PPIH juga mengingatkan seluruh jemaah agar sudah mengenakan pakaian ihram sejak masih berada di hotel di Madinah.

Selain itu, jemaah diimbau menunaikan sunnah ihram lebih awal, seperti mandi dan menggunakan wewangian sebelum berniat ihram.

Baca Juga:Langkah Indonesia Terhenti di Fase Grup, Catatan Kelam di Panggung Thomas Cup 2026 Keras, Suara DPR ke Manajemen PT KAI: Keselamatan Publik Adalah Prioritas Utama, Tak Boleh Ada Kompromi 

Khalilurahman menegaskan, kesiapan sejak dari hotel menjadi hal penting agar proses keberangkatan berjalan lancar.

Ia juga mengingatkan jemaah laki-laki untuk mematuhi ketentuan ihram, termasuk tidak mengenakan pakaian dalam saat telah memakai pakaian ihram.

Dalam skema operasional keberangkatan, PPIH menerapkan prosedur yang terstruktur.

Koper jemaah diwajibkan sudah berada di lobi hotel paling lambat delapan jam sebelum jadwal keberangkatan.

Selanjutnya, bus penjemput akan tiba sekitar tiga jam sebelum waktu berangkat.

Jemaah diminta tetap menunggu arahan petugas sebelum naik ke bus agar proses mobilisasi berjalan tertib dan tidak menimbulkan antrean panjang.

Sementara itu, pengangkutan koper ke bagasi bus sepenuhnya akan ditangani petugas khusus, sehingga jemaah bisa fokus mempersiapkan diri untuk perjalanan.

0 Komentar