Padahal, level persaingan di kategori ini justru termasuk yang paling brutal di dunia balap motor.
Hampir seluruh rider memiliki kecepatan yang merata, dengan selisih waktu yang sering hanya sepersekian detik.
Dalam situasi seketat itu, Veda mampu menempatkan diri di kelompok depan.
Baca Juga:Gus Ipul: Sekolah Rakyat Pelaksanaan Amanat Konstitusi untuk Memelihara Pakir Miskin dan Anak-Anak TerlantarUpdate Haji 2026: Tiga Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi ke Makkah dengan Ambulans
Ia beberapa kali bersaing di barisan 10 besar, terlibat duel wheel-to-wheel, dan menunjukkan kualitas racecraft yang matang untuk ukuran rookie.
Abdul menilai setiap posisi di top 10 Moto3 memiliki nilai yang sangat mahal, karena diperoleh melalui pertarungan intens melawan pembalap-pembalap terbaik generasi baru.
Dalam pengamatannya, Veda memperlihatkan tiga kualitas penting: kontrol motor yang baik, keberanian mengambil keputusan, dan kecerdasan membaca momentum balapan.
Abdul bahkan menilai level kompetisi Moto3 saat ini tidak kalah keras dibanding era awal kemunculan nama-nama besar seperti Pedro Acosta, Marc Márquez, hingga Valentino Rossi.
Artinya, ketika Veda mampu kompetitif di level ini, ia sesungguhnya sedang bertarung melawan calon-calon superstar masa depan.
Jerez Jadi Bukti, Veda Bukan Sekadar Sensasi
Sinyal bahwa Veda layak diperhitungkan makin kuat setelah sesi tes resmi Moto3 di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 28 April 2026.
Dalam pengujian yang diikuti 20 pembalap, Veda tampil impresif dengan menutup sesi di posisi keenam. Ia membukukan waktu terbaik 1 menit 45,047 detik, hanya terpaut 0,186 detik dari pembalap tercepat, Valentin Perrone.
Baca Juga:Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen, Pendapatan Pengemudi Jadi 92 PersenEra Baru, MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan, Wildcard Dihapus hingga Teknologi Pemantau Pembalap Diperluas
Lebih tajam lagi, selisih Veda dengan rider di posisi kelima, Adrián Fernández, hanya 0,042 detik—margin yang nyaris tak terlihat.
Data itu menggambarkan satu hal: Veda kini benar-benar berada di lingkar persaingan depan.
Apalagi, dari 20 rider yang turun, sebanyak 12 pembalap mencatat waktu dalam rentang kurang dari satu detik.
Di level kompetisi setipis itu, konsistensi Veda menembus enam besar menjadi indikator kuat bahwa ia bukan hanya berkembang—tetapi mulai menjadi ancaman nyata.
Bukan Hanya Cepat, Veda Juga Bernilai Besar
Ada faktor lain yang membuat Veda menjadi magnet bagi tim-tim besar: nilai pasar.
Indonesia merupakan salah satu basis penggemar MotoGP terbesar di dunia.
