Suspek Campak di Kota Tasikmalaya Melonjak, Kematian Balita 5 Bulan Warga Cihideung Masih Misteri Medis

balita 5 bulan meninggal diduga campak
Direktur RSUD dr Soekardjo, dr. H. Budi Tirmadi, MM.RS. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus kematian balita usia 5 bulan di Kota Tasikmalaya masih menyisakan tanda tanya.

Dugaan awal mengarah pada penyakit campak, namun pihak rumah sakit menegaskan statusnya masih sebatas suspek dan belum terkonfirmasi secara medis.

Direktur RSUD dr Soekardjo, dr. H. Budi Tirmadi, MM.RS, menyebut pasien merupakan warga Kecamatan Cihideung yang sempat mengalami kejang serta infeksi paru-paru sebelum meninggal dunia.

Baca Juga:Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa 4 Jam Bareng Ponakan dan RWGerakan Sunyi Santunan Anak Yatim di Kota Tasikmalaya, Mengalir dari Parkir Harian Tanpa Proposal 

“Masih diduga, belum pasti. Ada kejang-kejang dan infeksi paru juga,” paparnya yang ditemui usai menghadiri Silaturahmi Ulama Umaro di Aula Bappelitbangda, Kamis (30/4/2026).

Pasien diketahui dirawat dalam waktu singkat masuk pada Selasa 28 April 2026, sekitar dua hari sejak masuk rumah sakit.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan berpacu dengan waktu, sementara penyakit berjalan lebih cepat dari dugaan.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr. Hj. Rr Titie Purwaningsari, MMRS., FISQUA, menambahkan pasien dirawat di ruang intensif sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Pasien dirawat baru satu hari di intensif care, meninggal dengan kondisi bronchopneumonia, kejang demam kompleks, status epileptikus, dan morbili atau campak yang belum tegak,” tuturnya.

Ia menegaskan, sampel pasien telah dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memastikan diagnosis.

“Belum terkonfirmasi. Bisa saja ada diagnosis lain yang bersamaan dengan dugaan campak,” tambahnya.

Baca Juga:Geger, Pria Dewasa Ditemukan Meninggal Dalam Mobil di HZ Mustofa Kota TasikmalayaHasil Muscab PPP Kota Tasikmalaya di Tangan DPW, Skema Formatur Redam Rivalitas Dua Kubu Internal

Data RSUD dr Soekardjo menunjukkan tren kasus suspek campak yang meningkat.

Tercatat pada Desember 2025 ada 7 pasien, Januari 2026 sebanyak 17 pasien, Februari 11 pasien, Maret 18 pasien, dan April melonjak menjadi 38 pasien. Total terdapat 91 pasien dengan status suspek.

Namun, seluruh data tersebut masih berada pada level dugaan. Di sinilah ironi kerap muncul: angka terus bertambah, tapi kepastian diagnosis berjalan lebih pelan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H. Asep Hendra Hendriana, M.M, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus kematian tersebut.

“Belum ada konfirmasi ke kami,” singkatnya.

Secara medis, campak bukan penyakit sepele. Infeksi virus ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu komplikasi serius seperti pneumonia hingga gangguan otak, terutama pada bayi.

0 Komentar