Gerakan Sunyi Santunan Anak Yatim di Kota Tasikmalaya, Mengalir dari Parkir Harian Tanpa Proposal 

santunan anak yatim Kota Tasikmalaya tanpa proposal
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra saat menghadiri santunan anak yatim Squad Hijrah, Rabu (29/4/2026) malam. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah riuhnya program sosial yang kerap sibuk dengan proposal dan panggung seremoni, sebuah gerakan sunyi justru mencuri perhatian di Kota Tasikmalaya.

Rabu malam (29/4/2026), Saung Squad Hijrah menjadi saksi bagaimana keikhlasan bekerja tanpa banyak basa-basi—namun dampaknya terasa nyata.

Sebanyak 115 anak yatim piatu duduk rapi, sebagian menggenggam paket sembako, lainnya menatap panggung dengan mata berbinar.

Baca Juga:Geger, Pria Dewasa Ditemukan Meninggal Dalam Mobil di HZ Mustofa Kota TasikmalayaHasil Muscab PPP Kota Tasikmalaya di Tangan DPW, Skema Formatur Redam Rivalitas Dua Kubu Internal

Pengajian rutin yang digelar komunitas ini bukan sekadar agenda bulanan, melainkan ruang hangat tempat empati dipraktikkan secara konsisten.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, bersama jajaran Polres Tasikmalaya Kota, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Namun, sorotan utama malam itu bukan pada kursi pejabat, melainkan pada momen-momen kecil yang menyentuh.

Suasana berubah haru saat Dicky Candra menyampaikan sambutan. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengaku tersentuh oleh ketulusan gerakan yang digagas tanpa formalitas berlebih.

“Ini sangat luar biasa. Jarang ada kegiatan seperti ini tanpa proposal, tanpa meminta-minta, tetapi berjalan dengan keikhlasan. Ini bisa menjadi contoh bagi banyak pihak,” ujarnya.

Kegiatan ini digagas Aiptu Bambang Irawan bersama komunitas parkir Mannaku.

Selama lima tahun terakhir, mereka konsisten menggelar santunan dengan sumber dana dari hasil parkir harian dan donatur tetap. Sebuah konsep sederhana, namun justru di situlah letak kekuatannya—tidak bergantung pada birokrasi, melainkan pada solidaritas.

Santunan yang diberikan berupa paket sembako, bantuan uang tunai, serta hadiah khusus bagi anak-anak yang telah menyelesaikan ibadah puasa.

Baca Juga:Sekda Sebut Nilai Pembebasan Lahan SR di Kota Tasikmalaya Sementara Disiapkan Rp10 MiliarBalita Kota Tasikmalaya Meninggal Dunia Diduga Campak, Status Masih Ditelusuri

Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para penerima manfaat, terlebih saat acara ditutup dengan makan bersama hasil olahan dapur ibu-ibu Squad Hijrah.

Di tengah berbagai dinamika sosial dan ekonomi, kegiatan ini seolah menjadi pengingat: kepedulian tak selalu harus menunggu anggaran besar atau panggung megah. Kadang, cukup dimulai dari niat baik yang dijaga konsistensinya.

Dicky Candra pun tak menutup refleksi pribadinya. Ia mengaku jabatan publik kerap diiringi godaan, sehingga momentum seperti ini menjadi penguat batin.

0 Komentar