TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga di kawasan Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, dibuat geger oleh penemuan seorang pria dewasa yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil, Kamis pagi (30/4/2026).
Korban inisial BA (37), ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Daihatsu Sigra hitam bernopol Z 1219 MJ yang terparkir di bahu jalan, tepatnya di wilayah Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung.
Peristiwa ini pertama kali terendus dari kejelian warga. Salah seorang saksi, Usman Sasyari, mengaku sudah melihat mobil tersebut terparkir sejak Rabu (29/4/2026) sore. Saat itu, ia sempat mengira pengemudi hanya beristirahat.
Baca Juga:Hasil Muscab PPP Kota Tasikmalaya di Tangan DPW, Skema Formatur Redam Rivalitas Dua Kubu InternalSekda Sebut Nilai Pembebasan Lahan SR di Kota Tasikmalaya Sementara Disiapkan Rp10 Miliar
“Dari sore sudah ada, malam juga masih di situ. Saya kira tidur,” ujarnya kepada wartawan.
Namun, kecurigaan muncul saat keesokan paginya kondisi kendaraan tak berubah.
Usman kemudian menghubungi Ketua RW setempat, Enja Yuliana. Bersama warga lainnya, mereka mencoba membangunkan korban dari luar kendaraan.
Alih-alih merespons, tubuh korban justru sudah dalam kondisi dingin dan kaku. Situasi itu pun segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polres Tasikmalaya Kota bersama tim identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Di dalam kendaraan, petugas juga menemukan obat pribadi jenis captopril, yang biasa digunakan untuk penderita hipertensi.
Informasi dari keluarga menyebutkan korban memang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi.
Baca Juga:Balita Kota Tasikmalaya Meninggal Dunia Diduga Campak, Status Masih DitelusuriUji Coba CFD ASN Kota Tasikmalaya Menuju Rabu Biru Terus Digelorakan, Wali Kota Kasih Contoh
Hasil pemeriksaan dokter RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya menyebutkan, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 2 hingga 3 jam sebelum ditemukan.
Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena tidak dilakukan autopsi.
Keluarga korban memilih menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai takdir.
Keputusan ini, di satu sisi menutup ruang kepastian medis, namun di sisi lain memperlihatkan bagaimana takdir seringkali “mengunci” jawaban yang seharusnya bisa dibuka lebih terang.
Polisi memastikan telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kasus ini menjadi pengingat, bahwa di tengah hiruk-pikuk jalan utama Kota Tasikmalaya, sebuah mobil terparkir lama bisa jadi bukan sekadar jeda—melainkan akhir dari perjalanan yang tak banyak diketahui orang. (rezza rizaldi)
