TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Aksi pencurian dengan modus “sunyi tapi menyedot” bikin warga Gunung Kondang, Kelurahan Mangkubumi, Tasikmalaya geleng-geleng kepala.
Tiga kolam ikan milik warga tiba-tiba kering, sementara isinya—ikan konsumsi—ikut lenyap, Rabu (22/4/2026) malam.
Kasus ini baru terendus saat subuh Kamis (23/4/2026). Warga yang hendak mengecek kolam justru mendapati air surut drastis, menyisakan ikan-ikan kecil yang tak sempat “dievakuasi” pelaku.
Baca Juga:Kasus Dugaan Asusila Tukang Bakso di Kota Tasikmalaya Masih pendalaman, Polisi Periksa 5 SaksiFossma Sentil Transparansi APBD Kota Tasikmalaya, DPRD Diminta Turun dari Menara Anggaran
Ketua RW 07, Eka Hendra, menyebut laporan baru diterimanya sehari setelah kejadian.
Ia menjelaskan, di wilayahnya hanya satu kolam yang jadi sasaran, sementara dua lainnya berada di RW berbeda namun masih dalam satu blok.
“Yang di RW saya milik Bu Haji Ade. Airnya sudah dibuka, kolamnya kering. Di blok ini total ada tiga kolam yang kena,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Jenis ikan yang diduga digasak pelaku antara lain nila, ikan emas, dan mujair—komoditas yang bagi warga bukan sekadar lauk, tapi juga tabungan hidup. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 juta.
Ironisnya, pencurian ini tergolong “setengah matang”. Sebab saat dicek, masih ada ikan kecil tersisa.
Seolah pelaku buru-buru kabur, atau mungkin terlalu percaya diri bahwa kolam warga tak akan diperiksa subuh-subuh.
Keterangan serupa datang dari Jojo Arman (78), warga RW 08 sekaligus pemilik kolam.
Baca Juga:Kuasa Hukum Korban: Dugaan Asusila Ada, Meski Terlapor Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya MembantahTransfer Pusat Susut, APBD Kota Tasikmalaya 2026 Turun: PAD Bocor Jadi Sorotan
Ia mengaku sempat dua hari tak mengunjungi kolamnya. Saat datang, suasana sudah ramai.
“Saluran airnya sudah dibuka. Ikannya belum sempat diambil semua. Saya juga nemu linggis di dekat kolam,” kata pensiunan BPS itu.
Temuan linggis itu jadi “jejak kasar” di tengah aksi yang tergolong rapi. Warga menduga pelaku lebih dari satu orang.
Apalagi, sehari sebelum kejadian, sempat terlihat dua orang tak dikenal mondar-mandir di sekitar kolam.
Meski begitu, hingga kini warga belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Entah karena nilai kerugian dianggap kecil, atau karena masih berharap pelaku “insaf sendiri”—sebuah harapan yang kerap kalah cepat dari realitas.
