Simone Eterno Minta Klub Italia Belajar dari Real Sociedad: Percaya Pemain Akademi

Real Sociedad
Selebrasi pemain Real Sociedad usai menjuarai Copa del Rey.  Foto: Tangkapan layar Instagram@Real Sociedad
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia, Simone Eterno, mengajak sepak bola Italia untuk berkaca pada keberhasilan Real Sociedad usai menjuarai Copa del Rey.

Menurutnya, kesuksesan klub asal Basque itu bukan sekadar kejutan sesaat, melainkan hasil dari filosofi panjang yang konsisten: percaya pada pemain dari akademi.

Dalam tulisannya, Eterno menyoroti bagaimana dunia sepak bola sering kali bereaksi berlebihan terhadap sebuah kejutan besar.

Baca Juga:Presiden Barcelona Larang Lewandowski Pergi ke Juventus Atau AC MilanDiminati Barcelona, AC Milan Disarankan Jual Rafael Leao Rp850 Miliar

Ketika tim non-unggulan meraih trofi, narasi yang muncul kerap berubah menjadi “model ideal” yang harus ditiru semua pihak—seperti kisah Leicester City saat menjuarai Premier League.

Namun, ia menganggap pendekatan tersebut sering kali terlalu disederhanakan.

Meski demikian, untuk kasus Real Sociedad, Eterno menilai ada sesuatu layak dipelajari secara serius.

Kemenangan Real Sociedad atas Atletico Madrid di final Copa del Rey bukan hanya soal gelar.

Laga yang berakhir 2-2 dan dimenangkan lewat adu penalti di Stadion La Cartuja, Sevilla, menjadi simbol dari keberhasilan sebuah identitas yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.

Keberhasilan tersebut mencerminkan konsistensi klub dalam mempertahankan filosofi mereka, bahkan di tengah tekanan modernisasi sepak bola Eropa yang semakin bergantung pada kekuatan finansial.

Real Sociedad bukanlah pendatang baru dalam hal kesuksesan berbasis pemain lokal.

Pada era 1980-an, mereka pernah menjuarai La Liga dengan skuad yang mayoritas berasal dari akademi sendiri, tradisi itu terus berlanjut hingga kini.

Baca Juga:Fabrizio Romano: Modric Akan Bertahan Jika Ada Jaminan AC Milan Bisa Bersaing di Liga ChampionsGaji di Juventus Terlalu Kecil, Manchester United Siap Curi Kalulu

Akademi Zubieta, yang menjadi jantung pengembangan pemain klub, kembali menunjukkan perannya.

Dari skuad saat ini, setidaknya sebelas pemain merupakan lulusan akademi. Bahkan di final Copa del Rey, sepuluh pemain memiliki akar langsung dari sistem pembinaan internal klub.

Menariknya lagi, dua pemain lawan di final, yakni Robin Le Normand dan Antoine Griezmann, juga merupakan produk akademi Real Sociedad sebelum bersinar bersama Atletico Madrid.

Keberhasilan ini bukan sekadar romantisme sepak bola. Eterno menekankan bahwa model Real Sociedad adalah bentuk efisiensi nyata.

Dengan nilai skuad sekitar €275 juta (sekitar Rp4,67 triliun) dan valuasi klub di kisaran €325 juta (sekitar Rp5,52 triliun), mereka mampu bersaing dengan klub-klub raksasa yang memiliki sumber daya jauh lebih besar.

0 Komentar