Simone Eterno Minta Klub Italia Belajar dari Real Sociedad: Percaya Pemain Akademi

Real Sociedad
Selebrasi pemain Real Sociedad usai menjuarai Copa del Rey.  Foto: Tangkapan layar Instagram@Real Sociedad
0 Komentar

Artinya, Real Sociedad tidak hanya membangun identitas, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan teknis dari sumber daya yang terbatas.

Eterno kemudian mengaitkan keberhasilan ini dengan kondisi sepak bola Italia saat ini.

Ia menyoroti bagaimana federasi dan klub-klub Serie A masih bergulat dengan berbagai masalah klasik: pendapatan stagnan, stadion yang usang, hingga beban utang yang terus meningkat.

Baca Juga:Presiden Barcelona Larang Lewandowski Pergi ke Juventus Atau AC MilanDiminati Barcelona, AC Milan Disarankan Jual Rafael Leao Rp850 Miliar

Tokoh-tokoh seperti Giovanni Malago dan Giuseppe Marotta disebut tengah mencari solusi, namun sering kali pendekatan yang diambil masih berfokus pada pasar transfer.

Padahal, menurut Eterno, ketergantungan pada pasar justru menjadi akar masalah. Transfer mahal sering kali tidak efisien dan cenderung mengabaikan pembangunan jangka panjang.

Pelajaran utama dari Real Sociedad, tegas Eterno, adalah pentingnya keberlanjutan. Tanpa sistem yang berkelanjutan, tidak mungkin ada daya saing yang stabil.

Dan tanpa akademi yang kuat, keberlanjutan itu mustahil tercapai.

Ia melihat Italia, yang dulu dikenal sebagai salah satu penghasil talenta terbaik dunia, kini justru kehilangan arah.

Jumlah pemain lokal yang berkembang semakin menurun, identitas klub memudar, dan nilai ekonomi pemain ikut tergerus.

“Investasi pada pemain muda bukan lagi pilihan romantis, melainkan kebutuhan sistemik,” tulis Eterno.

Dengan membangun akademi yang kuat, klub bisa menekan biaya transfer, menciptakan nilai tambah melalui penjualan pemain, serta membangun tim yang memiliki identitas jelas.

Baca Juga:Fabrizio Romano: Modric Akan Bertahan Jika Ada Jaminan AC Milan Bisa Bersaing di Liga ChampionsGaji di Juventus Terlalu Kecil, Manchester United Siap Curi Kalulu

Real Sociedad telah membuktikan bahwa pendekatan ini bukan utopia. Mereka mampu menang tanpa harus mengorbankan jati diri klub.

Namun, Eterno mengingatkan bahwa model seperti ini tidak bisa dibangun secara instan.

Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan perubahan budaya—baik dari manajemen klub maupun para pendukung.

Di tengah menurunnya performa tim nasional Italia dan stagnasi Serie A, ia menilai ini adalah momen yang tepat untuk berbenah.

“Ini bukan sekadar peluang, tapi jalan yang sebenarnya sudah ada. Tinggal apakah kita mau menempuhnya atau tidak,” tutupnya.

0 Komentar