TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Atmosfer persaingan mulai terasa di Stadion Wiradadaha, Selasa (21/4/2026) pagi.
Seleksi pemain sepak bola untuk ajang Popwilda Kota Tasikmalaya langsung disambut antusias, dengan sekitar 140 pelajar ambil bagian.
Seleksi ini dikhususkan bagi pemain kelahiran 2009–2010 yang berstatus pelajar di Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:CFD ASN Kota Tasikmalaya Belum Efektif dan Masih Banyak EvaluasiDisrupsi Media Sosial Gerus Budaya, KPID Jawa Barat: Konten Lokal Terancam
Meski tanpa publikasi masif, jumlah peserta membludak, menandakan gairah sepak bola pelajar di kota ini belum kehilangan napas.
Ketua Askot PSSI Kota Tasikmalaya, H Wahid, mengakui tingginya animo tersebut menjadi sinyal positif kebangkitan sepak bola pelajar.
Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir Kota Tasikmalaya absen di ajang Popwilda untuk cabang sepak bola.
“Sudah beberapa tahun kita tidak ikut Popwilda. Sekarang kita coba bangkit lagi, koordinasi dengan Dinas Budpar dan juga Dinas Pendidikan karena atletnya dari kalangan pelajar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, syarat utama peserta adalah bersekolah di lingkungan Kota Tasikmalaya, tanpa melihat asal daerah atau domisili KTP.
Hal ini membuka ruang bagi talenta muda yang menimba ilmu di kota tersebut.
Seleksi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, dengan pengumuman akhir pada Sabtu.
Baca Juga:700 Bonsai Siap Bertarung di Kota Tasikmalaya, Harga Bisa Mencapai Rp 800 JutaAkhirnya Saling Lapor! Kasus Dugaan Asusila Berujung Penculikan Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya
Dari ratusan peserta, hanya 20 pemain terbaik yang akan dipilih untuk memperkuat Kota Tasikmalaya di Popwilda.
“Antusias luar biasa. Ini bukti keseriusan kita membangun tim,” katanya.
Namun jalan menuju level Jawa Barat tidak akan mudah. Kota Tasikmalaya tergabung di wilayah Priangan V, yang dihuni kekuatan besar seperti Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
“Persaingan berat, kita tahu Bandung itu barometer sepak bola Jawa Barat. Tapi kita targetkan bisa lolos dari fase grup,” tegas Wahid.
Dalam skema kompetisi, dari setiap grup hanya dua tim yang berhak melaju ke babak berikutnya.
Venue penyisihan sendiri masih menunggu kepastian, dengan opsi di kawasan Arcamanik, Bandung.
Sebagai bagian dari keseriusan tim, Askot PSSI Kota Tasikmalaya telah mengontrak pelatih berlisensi tinggi, Andri, yang juga aktif sebagai anggota TNI.
Rekam jejaknya dinilai mumpuni, termasuk pernah meloloskan tim di ajang Porprov.
