TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Suara mesin gokart itu keras. Tapi ada yang lebih keras dari suara mesin: tekad seorang anak kecil.
Namanya Kenzie Erizananda. Usianya baru 9 tahun. Lahir di Jakarta, 27 Januari 2017.
Namun akhir pekan ini, namanya berdiri tegak di atas podium. Ia juara pertama.
Bukan sekali. Melainkan di dua kelas berbeda: Kelas Mini ROK Final B dan Kelas Cadet. Itu terjadi di arena yang tidak kecil. Sentul International Karting Circuit.
Dalam ajang ROK Cup Indonesia 2026 Round 2, yang digelar 18–19 April 2026.
Baca Juga:PKS Kota Tasikmalaya Perluas Basis RW, Strategi Sunyi Menuju Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2029Spanduk Tuyul Hebohkan Kota Tasikmalaya, Warga Kebong Kembang Resah Uangnya Sering Raib Misterius
Lintasan Sentul bukan lintasan ramah. Ia cepat. Teknis. Penuh tikungan yang menuntut presisi. Sedikit terlambat mengerem, posisi bisa hilang. Sedikit salah keluar tikungan, lawan langsung menyodok.
Kenzie tidak terlambat. Tidak salah. Tidak panik. Ia menyalip. Ia bertahan. Ia menang.
Yang menarik, lawan-lawannya bukan hanya dari Indonesia. Ada pula pegokart dari Singapura yang ikut bertarung.
Ini pertanda penting. Bahwa level gokart di Indonesia tidak lagi bisa dianggap sekadar hobi anak-anak kaya. Ia sudah menjadi arena serius. Kompetitif. Penuh gengsi.
Apalagi kejuaraan tahun ini bukan sembarang seri. Musim ESHARK Rok Cup Indonesia 2026 memang dirancang lebih menantang. Ada enam seri penuh sepanjang musim. Ada regulasi baru. Ada persaingan yang makin tajam.
Salah satu aturan yang cukup menarik, setiap pembalap kini boleh mendaftarkan dua mesin. Bagi orang awam, mungkin ini terdengar sepele. Padahal tidak.
Di dunia balap, mesin adalah nyawa. Sekali bermasalah di tengah lomba, habislah semuanya.
Baca Juga:Nyaris Beradu Wajah!Debat Sengit! Muscab PPP Kota Tasikmalaya Dibawa ke DPW, Formatur Ikut Mandek
Dengan dua mesin, pembalap punya cadangan harapan. Punya peluang bertahan. Dan tentu saja, persaingan menjadi lebih adil.
Di tengah aturan baru itu, Kenzie justru tampil stabil. Stabil untuk anak seusianya, itu luar biasa. Karena anak 9 tahun biasanya masih belajar menahan emosi. Masih belajar fokus.
Namun di lintasan, Kenzie tampak berbeda. Ia tidak terlihat sebagai anak kecil. Ia terlihat sebagai pembalap.
Di balik podium itu, tentu ada keluarga. Ia adalah anak dari pasangan Nasibah Irani dan Ichan Erizananda serta cucu dari dari pasangan H Azies Rismaya Mahpud dan Hj Selly Syarifah. Nama keluarga yang kini ikut berdiri di belakang seorang anak kecil dengan mimpi besar.
