Setiap pembalap hebat, selalu lahir dari dukungan yang tidak kecil. Latihan. Perjalanan. Biaya. Kesabaran. Semua itu tidak terlihat di podium. Yang terlihat hanya trofi.
Padahal di balik trofi itu, ada ratusan jam latihan. Ada kegagalan. Ada tangis yang mungkin tidak diketahui banyak orang. Dan kini, satu fakta mulai terlihat jelas.
Indonesia tidak kekurangan bibit pembalap. Ia hanya perlu lintasan. Perlu pembinaan. Perlu keberanian untuk terus mencoba.
Baca Juga:PKS Kota Tasikmalaya Perluas Basis RW, Strategi Sunyi Menuju Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2029Spanduk Tuyul Hebohkan Kota Tasikmalaya, Warga Kebong Kembang Resah Uangnya Sering Raib Misterius
Kenzie masih kecil. Masih sangat kecil. Namun podium itu memberi pesan: mimpi besar tidak menunggu usia besar.
Kadang, ia justru dimulai dari tangan kecil yang berani memegang setir lebih erat daripada rasa takutnya sendiri. (red)
