Di sisi lain, Hilman Wiranata hadir dengan wajah yang lebih segar. Baru satu periode menjadi anggota dewan. Tapi langsung dipercaya menduduki kursi pimpinan DPRD.
Itu bukan kebetulan. Itu tanda kepercayaan. Dan kepercayaan dalam politik adalah mata uang yang nilainya tidak bisa dihitung dengan angka biasa.
Pasangan Hilman–Tedi disebut sebagai paket muda-muda. Enerjik. Cepat bergerak. Dan dianggap mewakili generasi baru PPP. Generasi yang ingin bergerak lebih cepat dari generasi sebelumnya.
Baca Juga:Kehilangan Rasa Malu!Wabup yang Jarang Diam!
Kalau bicara kapasitas, kedua kubu hampir seimbang. Tidak ada yang benar-benar dominan. Tidak ada yang benar-benar lemah.
Dalam situasi seperti ini, pertarungan biasanya menjadi lebih tajam. Karena bukan lagi soal siapa paling kuat. Tapi siapa paling tepat.
Soal jejaring, kedua kubu juga sama-sama punya kekuatan. Namun Enjang Bilawini dikenal sebagai figur yang lentur. Mudah diterima berbagai kalangan.
Dalam politik, kelenturan sering lebih mahal daripada kekuatan. Karena politik bukan sekadar bertarung. Politik adalah seni menyatukan.
Faktor yang Tidak Pernah Hilang: Isi Tas. Di balik semua perhitungan rasional, selalu ada satu faktor yang dibicarakan dengan suara pelan: logistik. Dalam setiap kontestasi, logistik adalah tulang punggung. Tanpa logistik, strategi hanya akan menjadi rencana di atas kertas.
Enjang Bilawini, dengan latar belakang sebagai pengusaha rumah makan, dinilai memiliki keunggulan dalam mengelola arus keuangan. Dunia usaha membuat seseorang terbiasa menghitung risiko. Terbiasa menjaga stabilitas.
Namun Hilman Wiranata juga bukan figur yang berdiri tanpa kekuatan. Posisinya sebagai pimpinan dewan menunjukkan adanya dukungan yang tidak kecil. Tidak mudah mencapai posisi itu tanpa jaringan yang kuat.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Masih Bungkam, Isu Cashback Pinjaman Daerah Belum TerjawabMohon Izin, Pak Wali Kota Tasikmalaya Daftar Itu Mulai Beredar!
Di posisi sekretaris, persaingan tidak kalah tajam. Riko Restu Wijaya dan Tedi Gunandi menjadi dua nama yang sering dibandingkan. Tedi unggul dalam pengalaman. Dua periode menjadi anggota dewan memberi banyak pelajaran.
Namun Riko hadir dengan kejutan besar. Di usia muda—24 tahun saat itu—ia menjadi peraih suara terbanyak di Kota Tasikmalaya pada Pemilu 2024. Lebih dari 7.000 suara. Itu bukan angka kecil. Itu legitimasi.
