PGRI Kabupaten Tasikmalaya  Tingkatkan Profesionalisme Kepengurusan di Tingkat Cabang   

PGRI Kabupaten Tasikmalaya
PGRI Kabupaten Tasikmalaya memperkuat tata kelola organisasi bagi para pengurus, Kamis 28 Mei 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Tasikmalaya menggelar Orientasi Tata Kerja Organisasi bagi pengurus cabang PGRI se-Kabupaten Tasikmalaya masa bakti XXIII periode 2025-2030, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PGRI Kabupaten Tasikmalaya itu menjadi langkah penguatan tata kelola organisasi, peningkatan profesionalisme kepengurusan, serta upaya menjaga marwah organisasi profesi guru tersebut. Orientasi diikuti para pengurus cabang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Sekretaris PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Ade Dasmana menegaskan, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan jumlah anggota, tetapi juga kualitas pengurus dalam memahami dan menjalankan aturan organisasi secara konsisten.

Baca Juga:DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 Hijiriah GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!

“PGRI hanya akan menjadi organisasi besar, kuat, dan bermartabat jika setiap pengurus memahami aturan, bekerja kolektif, dan setia menjaga amanah serta marwah organisasi,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, PGRI sebagai organisasi profesi guru tertua dan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan guru, tetapi juga menjaga kualitas pendidikan nasional. Karena itu, pengurus dituntut memiliki pemahaman menyeluruh terhadap tata kerja dan tata kelola organisasi.

Dalam orientasi tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi strategis, mulai dari tata kelola organisasi, keanggotaan, kesekretariatan, pengelolaan keuangan organisasi, pemahaman AD/ART, penggunaan atribut organisasi, hingga etika dan integritas kepengurusan.

Ade Dasmana menuturkan, tata kelola organisasi harus dibangun di atas prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan kolektivitas. Setiap pengurus juga wajib memahami struktur organisasi, mekanisme pengambilan keputusan, hingga hubungan kerja antar tingkatan kepengurusan.

“PGRI bukan milik individu atau kelompok tertentu. PGRI adalah rumah besar seluruh anggota. Setiap kebijakan harus dilahirkan melalui musyawarah dan dijalankan secara kolektif,” katanya.

Menurutnya, aspek keanggotaan menjadi perhatian penting karena anggota merupakan inti kehidupan organisasi. Oleh sebab itu, pelayanan terhadap anggota harus menjadi prioritas utama pengurus.

“Pengurus PGRI sejatinya adalah pelayan anggota, bukan sebaliknya. Tanpa anggota yang terlayani dengan baik, organisasi akan kehilangan ruhnya,” ujarnya.

Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan

Di bidang administrasi, peserta orientasi juga mendapat penguatan mengenai pentingnya kesekretariatan yang tertib dan profesional. Ade menilai administrasi organisasi merupakan penopang utama keberlanjutan organisasi.

0 Komentar