Besok PPP Kota Tasikmalaya Memilih Ketua Sekaligus Menentukan Nasibnya!

muscab PPP
gambar ilustrasi: AI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Besok, 18 April 2026, akan menjadi hari yang tidak biasa bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya.

Hari yang bisa dicatat sebagai hari bersejarah. Bisa juga hanya menjadi satu tanggal biasa—kalau hasilnya tidak membawa perubahan apa-apa.

Besok pagi, di Hotel Mandalawangi, para kader PPP akan berkumpul. Mereka datang bukan sekadar untuk hadir. Mereka datang untuk menentukan arah. Arah lima tahun ke depan. Arah masa depan partai yang pernah begitu perkasa di kota ini.

Baca Juga:Kehilangan Rasa Malu!Wabup yang Jarang Diam!

PPP bukan partai kecil di Kota Tasikmalaya. Ia partai besar. Bahkan pernah menjadi salah satu kekuatan utama yang melahirkan tokoh-tokoh penting di kursi legislatif dan eksekutif.

Sepuluh tahun lalu, PPP berada di puncak kepercayaan. Hari ini, partai itu sedang berusaha mengingat kembali bagaimana rasanya berdiri di puncak. Dan besok, semuanya akan diuji.

Menjelang Muscab, suasana di tubuh PPP Kota Tasikmalaya terasa seperti papan catur yang mulai menemukan bentuk akhirnya. Bidaknya sudah tidak banyak.

Mulai mengerucut. Tersisa dua paket. Dua poros.

Paket pertama: Enjang Bilawini berpasangan dengan Riko Restu Wijaya.

Paket kedua: Hilman Wiranata berpasangan dengan Tedi Gunandi.

Ini bukan pertarungan orang baru. Ini pertarungan orang lama—yang sudah matang oleh pengalaman, oleh konflik, oleh kemenangan dan kekalahan.

Di politik, pengalaman bukan sekadar angka tahun. Ia adalah luka. Ia adalah pelajaran. Dan empat nama itu sudah cukup lama hidup di dapur politik.

Mereka punya pengalaman. Punya kapasitas. Punya jaringan. Dan ini yang sering dibicarakan pelan-pelan—punya logistik. Dalam politik, empat unsur itu hampir selalu hadir bersamaan.

Tua–Muda Melawan Muda–Muda Paket Enjang–Riko sering disebut sebagai kombinasi tua dan muda.bDi satu sisi, ada pengalaman panjang. Di sisi lain, ada energi baru.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Masih Bungkam, Isu Cashback Pinjaman Daerah Belum TerjawabMohon Izin, Pak Wali Kota Tasikmalaya Daftar Itu Mulai Beredar!

Nama Enjang tidak perlu diperkenalkan panjang lebar. Empat periode menjadi anggota dewan bukan perjalanan singkat. Itu berarti melewati banyak musim politik.

Ia tahu kapan harus keras. Ia tahu kapan harus diam. Ia tahu kapan harus menunggu. Dalam politik, tahu kapan menunggu sering lebih penting daripada tahu kapan bergerak.

0 Komentar