Komix Herbal Goes to School di SMKN 1 Tasikmalaya Ingatkan Gen Z Tak Asal Minum Obat

edukasi komix herbal di Kota Tasikmalaya untuk pelajar
Kolase Komix Herbal Goes to School di SMKN 1 Tasikmalaya, Rabu (15/4/2026). istimewa for radar tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Edukasi soal obat herbal di kalangan pelajar tengah digaungkan di Kota Tasikmalaya.

Program Komix Herbal Goes to School di SMKN 1 Tasikmalaya, Rabu (15/04/2026), bukan sekadar seremoni, tapi menjadi “alarm halus” agar generasi Z tidak sembarang menenggak obat—meski berlabel herbal.

Aula sekolah di Jalan Cigeureung mendadak berubah jadi kelas terbuka.

Puluhan siswa tampak antusias mengikuti materi bertajuk Generasi Sehat, Generasi Herbal: Saatnya Gen Z Mengenal Herbal.

Baca Juga:Jelang Muscab PPP Kota Tasikmalaya: Dugaan Praktek “Politik Formatur” Mengemuka!CFD ASN Kota Tasikmalaya Diuji, Efisiensi BBM Tersandung Realita Jarak

Di tengah derasnya arus informasi instan, literasi obat dinilai masih jadi “PR panjang”.

Zaini Ahsan P, Jr PR & Community Marketing Manager Kalbe Consumer Health, menyebut kegiatan ini menyasar kesadaran dasar generasi muda dalam swamedikasi.

“Edukasi ini penting agar generasi muda paham cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat dengan benar. Termasuk memilih herbal yang sudah terstandar dan terverifikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Tasikmalaya menjadi titik ke-27 dari rangkaian roadshow nasional. Harapannya, siswa tak hanya paham, tapi juga mampu menularkan pengetahuan tersebut di lingkungan sekitar.

Empat narasumber dihadirkan, mulai dari Kepala BNN Kota Tasikmalaya, Agus Sutanto, Pengaduan Masyarakat dan Informasi Obat dan Makanan serta Sertifikasi BPOM Tasikmalaya, Ghiza Fakhriati Syifa, Bidang Organisasi dan Kaderisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Kota Tasikmalaya, Rani Rubiyanti hingga Editor Radartasik.id, Mochamad Rezza Rizaldi.

Materi yang disampaikan tak melulu teori, tapi juga praktik langsung membaca kemasan obat—dari nomor izin edar hingga komposisi.

BNN Kota Tasikmalaya secara tegas menyoroti tren penyalahgunaan obat batuk di kalangan remaja. Modusnya klasik: konsumsi di luar dosis demi efek tertentu.

Baca Juga:Galeri Investasi Syariah di Politeknik LP3I Tasikmalaya Dibuka, OJK Ingatkan Jebakan Investasi BodongBesok Uji Coba CFD ASN di Kota Tasikmalaya, Kendaraan BBM Dilarang Masuk Kantor Pemerintah

“Jangan coba-coba. Sekali salah pakai, dampaknya panjang,” tegas Agus Susanto mengingatkan.

Tak hanya edukasi, kegiatan ini juga melahirkan “agen perubahan”. Dua siswa, Muhammad Rido Fabiano dan Azka Fairozah Qia, terpilih sebagai Duta Herbal SMKN 1 Tasikmalaya 2026.

Rido mengaku sempat tak percaya saat namanya diumumkan. Namun ia bertekad memanfaatkan peran tersebut untuk mengedukasi lingkungan sekitar.

0 Komentar