RADARTASIK.ID – Tiga tahun setelah wafatnya Silvio Berlusconi, sosok mantan pemilik AC Milan itu masih terus dikenang sebagai figur yang membawa era keemasan Rossoneri.
Dalam wawancara eksklusif bersama TeleLombardia, Paolo Berlusconi mengenang sang kakak sekaligus berbicara tentang masa depan AC Milan, termasuk kemungkinan kembalinya Adriano Galliani ke San Siro.
Menurut Paolo, Galliani masih menjadi sosok yang sangat dibutuhkan Milan saat ini.
Baca Juga:Kata Pertama Ruben Amorim Usai Resmi Jadi Pelatih AC Milan: Saya Tahu Persis Apa Arti Klub Ini Capello Bantah Pernah Tampar Cassano: Itu Cuma Tepukan Kecil di Kepala
Pengalaman panjang pria yang kini menjabat petinggi Monza itu dinilai bisa menjadi solusi bagi klub yang sedang menjalani fase transisi besar.
Seperti diketahui, AC Milan baru saja memasuki era baru dengan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala dan Massimo Calvelli sebagai CEO operasional klub.
Namun, perubahan besar tersebut belum sepenuhnya menghapus keraguan publik terhadap arah proyek Rossoneri.
Di tengah situasi itu, Paolo Berlusconi justru meyakini bahwa satu sosok berpengalaman seperti Galliani dapat menjadi “obat mujarab” bagi Milan.
Dalam wawancaranya, Paolo mengaku selalu berharap Galliani suatu hari kembali ke klub yang pernah dibesarkannya bersama Silvio Berlusconi.
“Saya orang yang optimistis. Saya selalu berharap ada kemungkinan Galliani kembali ke Milan. Jangan pernah berkata tidak mungkin,” ujar Paolo.
Meski demikian, ia menyadari bahwa seluruh keputusan kini berada di tangan pemilik baru klub, yakni RedBird Capital dan Gerry Cardinale.
Baca Juga:Marc Cucurella Kloter Pertama Los Galacticos Jilid 2 Real Madrid: Khedira dan Pepe Calon Staf Pelatih Demi Napoli, Allegri Rela Kehilangan Uang Pesangon Rp100 Miliar dari AC Milan
“Jelas bahwa pengelolaan klub sekarang berada di tangan pemilik baru. Tetapi saya percaya bahwa Galliani, dengan pengalamannya hingga hari ini, akan menjadi obat mujarab bagi Milan,” lanjutnya.
Bukan hanya Galliani, Paolo juga menilai bahwa kehadiran pelatih Italia akan lebih cocok untuk Rossoneri.
“Begitu pula dengan pelatih Italia. Namun sekarang kami tidak lagi terlibat. Kami hanya hidup sebagai tifosi. Saya sendiri sudah menjadi pendukung Milan sejak usia lima tahun,” katanya.
Pernyataan ini menarik karena Milan justru baru saja menunjuk Ruben Amorim, pelatih asal Portugal yang dikenal dengan filosofi sepak bola modern dan ofensif.
Sebelumnya, sejumlah pengamat Italia mengingatkan bahwa Amorim datang ke lingkungan yang penuh skeptisisme.
