Jurnalis La Gazzetta dello Sport, Arianna Ravelli, bahkan menilai bahwa pelatih Portugal itu tidak datang ke “lingkungan yang sepenuhnya menyambutnya dengan baik.”
Paolo juga mengungkapkan bahwa jika diberi kesempatan memilih, ia akan mengambil keputusan berbeda terkait pelatih Milan.
“Ketika orang bertanya kepada saya, saya selalu mengatakan bahwa pelatih yang tepat adalah Palladino. Kami sudah mencobanya di Monza. Dia sangat bagus dan mengenal sepak bola Italia,” ujarnya.
Meski demikian, Paolo tetap memberikan dukungan kepada Amorim.
Baca Juga:Kata Pertama Ruben Amorim Usai Resmi Jadi Pelatih AC Milan: Saya Tahu Persis Apa Arti Klub Ini Capello Bantah Pernah Tampar Cassano: Itu Cuma Tepukan Kecil di Kepala
“Siapa tahu dengan pelatih asing baru ini Milan langsung memenangkan Liga Champions musim depan. Mari kita berharap demikian. Tetapi saya pribadi akan membuat pilihan yang berbeda,” katanya.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai sosok pelatih ideal bagi Milan masih terus berlangsung, bahkan di kalangan keluarga Berlusconi sendiri.
Dalam kesempatan itu, Paolo juga berbicara mengenai Rafael Leao, pemain yang kerap dianggap belum sepenuhnya mengeluarkan potensi terbaiknya.
Menurutnya, Silvio Berlusconi mungkin akan mampu mengeluarkan kualitas terbaik dari penyerang Portugal tersebut.
“Silvio begitu luar biasa. Tadi malam saya memikirkannya dan terlintas satu kata yang belum pernah saya gunakan sebelumnya: Silvio, Anda sungguh luar biasa,” ujar Paolo.
“Bagi saya dia luar biasa karena di mana pun berada, dia selalu mencapai hasil yang tak mampu dicapai orang lain,” lanjutnya.
Paolo meyakini bahwa Leao akan mendapatkan manfaat besar dari nasihat dan pendekatan personal ala Silvio Berlusconi.
Baca Juga:Marc Cucurella Kloter Pertama Los Galacticos Jilid 2 Real Madrid: Khedira dan Pepe Calon Staf Pelatih Demi Napoli, Allegri Rela Kehilangan Uang Pesangon Rp100 Miliar dari AC Milan
“Leao mungkin, bahkan pasti, akan mendapatkan manfaat dari dukungan, saran, dan rasa persaudaraan yang dimiliki Silvio,” tuturnya.
Ia bahkan bercanda bahwa Silvio mungkin masih bisa membantu dari “atas sana”.
“Saya percaya pada kehidupan setelah kematian dan kemampuan luar biasa Silvio. Mungkin dari atas sana ia masih bisa memberikan nasihat yang tepat. Petualangan Leao bersama Milan belum tentu berakhir,” katanya.
Paolo juga menyinggung kedatangan Luka Modric ke Milan. Menurutnya, gelandang Kroasia itu akan sangat disukai oleh Silvio Berlusconi karena mewakili filosofi sepak bola indah yang selama ini dianut keluarga Berlusconi.
