TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Udara politik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya terasa makin pengap. Bukan karena cuaca April yang mulai hangat. Tapi karena suhu internal yang terus merangkak naik menjelang Musyawarah Cabang VI PPP Kota Tasikmalaya, yang dijadwalkan 18 April 2026.
Di ruang-ruang kecil, percakapan tak lagi sekadar soal strategi pemenangan. Ia sudah menjelma menjadi bisik-bisik tentang loyalitas, dukungan, dan satu kata yang kini sering terdengar yakni formatur.
Nama Sonny Senjaya kembali mencuat. Mantan Ketua PAC Indihiang itu memilih tidak diam. Ia menanggapi tudingan yang dilontarkan Plt Sekretaris DPC PPP Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata, soal kegagalan kinerja yang disebut-sebut menjadi alasan pergantian dirinya.
Baca Juga:CFD ASN Kota Tasikmalaya Diuji, Efisiensi BBM Tersandung Realita JarakGaleri Investasi Syariah di Politeknik LP3I Tasikmalaya Dibuka, OJK Ingatkan Jebakan Investasi Bodong
Sonny tidak langsung membantah dengan nada tinggi. Ia justru memilih cara yang lebih tenang—namun terasa menusuk “Kalau alasannya gagal kinerja, seharusnya itu kolektif kolegial. Bukan tiba-tiba saya diganti, sementara sekretaris yang sama-sama bagian dari struktur justru diangkat jadi Plt ketua,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Kalimat itu sederhana. Tapi di dunia politik internal partai, logika sederhana justru sering menjadi bahan perdebatan paling panjang.
Cerita Sonny tidak dimulai dari pergantian jabatan. Ia menelusuri ke belakang—pada satu momen yang menurutnya menjadi titik awal retakan.
Ia mengaku pernah diminta memberikan dukungan kepada Hilman sebagai calon formatur dalam Muscab mendatang. Sebuah permintaan yang dalam tradisi politik partai bukan hal asing.
Namun kali ini, Sonny memilih menolak. Bukan karena permusuhan pribadi. Ia berdalih ingin menjaga objektivitas.
Ia juga menilai kinerja kepengurusan sebelumnya belum sepenuhnya mampu meredam konflik internal yang tersisa setelah Pemilihan Kepala Daerah 2024.
Penolakan itu, menurut Sonny, menjadi titik balik. “Jangan-jangan karena saya tidak mendukung, lalu dilakukan perubahan pengurus agar arah dukungan bisa dikondisikan,” katanya.
Baca Juga:Besok Uji Coba CFD ASN di Kota Tasikmalaya, Kendaraan BBM Dilarang Masuk Kantor PemerintahGen Z Tasikmalaya Harus Melek Komix Herbal Sejak Bangku Sekolah
Sorotan Sonny tidak berhenti di Indihiang. Ia juga menyinggung perubahan kepengurusan di PAC Cipedes. Di sana, katanya, hanya posisi sekretaris yang diganti. Ketua tetap dipertahankan.
Secara organisasi, itu sah-sah saja. Tapi dalam logika Sonny, ada sesuatu yang terasa janggal.
