TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya akan mulai menguji coba kebijakan car free day (CFD) khusus aparatur sipil negara (ASN) pada Rabu (15/4/2026) besok.
Uji coba ini menjadi langkah awal sebelum kebijakan diberlakukan penuh pada Mei mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparulah menyebut, pelaksanaan besok masih bersifat sosialisasi sekaligus ajakan kepada seluruh ASN di lingkungan perkantoran.
Baca Juga:Gen Z Tasikmalaya Harus Melek Komix Herbal Sejak Bangku SekolahDapur MBG di Kota Tasikmalaya Ramai Beroperasi, Izin Masih Jadi “Cerita Belakang”
“Setiap hari Rabu kita laksanakan CFD di perkantoran. Untuk April ini masih tahap sosialisasi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Meski baru uji coba, sinyal kebijakan sudah cukup jelas. ASN diimbau tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) saat berangkat ke kantor.
Bahkan, saat aturan ini efektif nanti, kendaraan BBM tidak akan diperbolehkan masuk area kantor.
“Ke depan tidak diperbolehkan masuk kantor,” tegasnya.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan sebelumnya menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar ikut-ikutan tren hidup sehat.
Lebih dari itu, CFD ASN diarahkan sebagai kampanye penghematan energi yang dimulai dari internal birokrasi.
ASN didorong beralih ke moda transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan kendaraan listrik.
“Yang dekat bisa jalan kaki atau bersepeda. Ini juga bisa sekalian olahraga,” kata Viman.
Baca Juga:Tol Getaci Sepi Investor, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Bicara PPP Kota Tasikmalaya Tegaskan Perubahan SK PAC Bukan karena “Meninggal”
Namun, pemerintah juga realistis. Secara hitungan angka, penghematan BBM dari kebijakan ini mungkin belum terasa signifikan. Tapi, yang dibidik adalah perubahan pola pikir.
Di tengah harga energi yang makin sensitif dan lingkungan yang makin rapuh, uji coba besok seolah jadi panggung kecil: apakah ASN siap meninggalkan kenyamanan kendaraan pribadi, walau hanya sehari dalam sepekan?
Jika berhasil, CFD ASN bukan hanya soal hari tanpa kendaraan. Tapi juga tentang hari di mana kebiasaan lama mulai “diparkir”. (rezza rizaldi)
