“Kami akan memperdalam pengetahuan herbal dan mengajak teman-teman lebih bijak menggunakan obat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Azka. Ia ingin menjadi jembatan informasi agar tidak terjadi lagi penyalahgunaan obat di kalangan pelajar.
Di sisi lain, Direktur Trend Media Promosindo, Engkus Kusnadi Rai, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini.
Baca Juga:Jelang Muscab PPP Kota Tasikmalaya: Dugaan Praktek “Politik Formatur” Mengemuka!CFD ASN Kota Tasikmalaya Diuji, Efisiensi BBM Tersandung Realita Jarak
“Ini bukan sekadar event, tapi langkah membangun komunikasi kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Kepala SMKN 1 Tasikmalaya, Junjun Nugraha Sutisna mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, edukasi kesehatan akan lebih membumi jika melibatkan industri, regulator, dan sekolah secara bersamaan.
Program ini menjadi bukti bahwa edukasi bisa dikemas ringan tanpa kehilangan makna. Di tengah gaya hidup serba cepat, pesan sederhana justru terasa menohok: sehat itu penting, tapi cara mencapainya tak boleh asal-asalan. (rezza rizaldi)
