Mujadi: Di Yogyakarta, Kantor-Kantor Pemerintah Tidak Sediakan Minuman Kemasan

Bank Sampah Baru Tersedia di 17 Kelurahan

Mujadi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Mujadi menjelaskan, pada prinsipnya sampah merupakan per­ma­salahan semua daerah, itu tidak terjadi hanya di Kota Tasikmalaya saja.

”Itu konsekuensi selama ada kehidupan pasti produksi sampah masih terus ada,” kata Mujadi saat dihubungi Radar, Kamis (10/6/2021).

Idealnya, kata Mujadi, pengelolaan sampah dilaksanakan di 69 kelurahan. Harus juga ada upaya pengurangan sampah berbahan plastik. Program tersebut harus dikerjakan oleh semua pihak, baik pemerintah, pengusaha dan masyarakat.

“Kami juga membentuk bank-bank sampah. Sampai saat ini ada sekitar 17 bank sampah. Tergetnya semua kelurahan memiliki bak sampah itu, bahkan hingga ke setiap RW,” kata Mujadi.

Maka ke depan, kata dia, Pemerintah Kota Tasikmalaya, melalui Dinas Lingkungan Hidup, menargetkan seluruh kelurahan memiliki bank sampah. Termasuk adanya induk bank sampah di setiap kelurahan.

“Bank sampah ini wajib adanya di setiap kelurahan, dengan begitu sampah yang tidak bermanfaat dibuang ke TPA Ciangir sedikit,” kata dia.

Tentunya pengurangan sampah juga harus dilaksanakan di berbagai tempat, baik super market, minim market, pasar. Termasuk kantor-kantor pemerintah yang tidak menyediakan, minuman kemasan yang bahan plastik.

“Kalau di Yogya itu di seluruh kantor pemerintah tidak ada minuman kemasan plastik. Bila ada tamu itu disuguhi air teh, termasuk properti lainnya juga ramah lingkungan,” kata dia menjelaskan. (ujg)
[/membersonly]

Be the first to comment on "Bank Sampah Baru Tersedia di 17 Kelurahan"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: