Literasi Numerasi Pelajar Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya Masih Rendah

literasi
Siswa-Siswi SDN2 Sukamanah membaca buku di Perpustakaan Keliling milik daerah. (Ayu Sabrina B / Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kemampuan literasi penting sebagai dasar pengetahuan serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Selain itu, literasi juga bisa menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan persaingan pada era globalisasi dan teknologi.

Kompetensi dasar literasi dan numerasi siswa Kota Tasikmalaya di jenjang pendidikan dasar dinilai masih rendah. Hal itu terbukti dari sulitnya penyelesaian soal-soal cerita pada mata pelajaran Matematika.

Diungkapkan Cindy Aurellia, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikmalaya, dalam programnya Kampus Mengajar di SDN 2 Sukamanah, menemukan fenomena bahwa peserta didik lemah dalam literasi dan numerasi.

Baca Juga:Ketua MUI Kota Banjar Melamar Jadi Bakal Calon Wali Kota ke PKBArdiana Nugraha Terpilih Sebagai Ketua Cabang PMII Kota Tasikmalaya periode 2024-2025

“Mata pelajaran matematika, pada soal cerita, beberapa ditemukan siswa tidak bisa. Padahal sebelumnya sudah diajarkan oleh gurunya, dasar-dasar berhitung. Saat diaplikasikan soal cerita, siswa jadi gak mampu. Kita bisa simpulkan literasi itu penting,” kata Cindy kepada Radar saat ditemui di sekolah, Selasa 7 Mei 2024.

Ia menunjukkan hasil PISA atau Programme for International Student Assessment, studi internasional yang menilai kualitas sistem Pendidikan dengan mengukur hasil belajar yang esensial untuk berhasil di Abad ke-21. Indonesia menempati rangking 11 terbawah dari 81 negara.

“Dilihat secara global, literasi di indonesia rendah. Kita bisa menaikkan rangking minat baca. Dari terdekat kita seperti Kota Tasikmalaya.  Kunci menambah wawasan itu, salah satu kuncinya literasi. Literasi dan numerasi berhubungan,” jelasnya.

Apalagi lanjutnya, harapan sekolah di Kota Tasikmalaya pun masih terhitung rendah. Lulusan SD dan SMP mendominasi status ratusan ribu penduduk di Kota Resik ini.

Cindy bersama guru SDN 2 Sukamanah, Neti Avita Nur Eka Yanti SPd, menuturkan upaya yang kini dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan Perpustakaan kepada peserta didik.

“Kami rutin meminta Perpustakaan Keliling milik Perpusda Kota Tasikmalaya, untuk setiap bulan kesini mengantarkan buku-buku kepada anak-anak untuk membaca, bahkan meminjamkan buku,” kata Neti.

Ia menyebut beberapa kompetisi lomba, seperti Bintang Pelajar yang mengharuskan siswa cerdas, cermat dan cepat, adalah tantangan anak untuk paham literasi dan numerasi.

Baca Juga:10 Bacalon Wali Kota Banjar Paparkan Ide dan Gagasan di Hadapan PublikSK Gerindra Tasikmalaya Akan Jatuh ke Kandidat Ini!Amir Mahpud: Kita Pakai Mazhab Survei!

“Itukan soalnya ada beberapa yang cerita. Meskipun pilihannya benar atau salah, tetapi murid harus diajarkan lagi soal-soal cerita. Nah ini butuh peningkatan literasi dan numerasi,” ujarnya.

0 Komentar