Panduan 90 Hari Usai Pensiun!

pensiun ASN
gambar ilustrasi: AI
0 Komentar

Yang penting bergerak. Pemeriksaan kesehatan dilakukan berkala sesuai usia dan anjuran dokter. Gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, tekanan darah, serta pemeriksaan lain yang relevan jangan diabaikan.

Rokok dikurangi, lebih baik dihentikan. Gorengan juga jangan dijadikan sahabat setiap sore. Pensiun itu maraton. Bukan sprint. Buat jam kantor sendiri

Masalah terbesar pensiunan adalah hari yang terlalu kosong. Maka buatlah jam kerja baru. Pukul 07.00 sampai 09.00: olahraga dan sarapan. Pukul 09.00 sampai 12.00: pekerjaan produktif.

Baca Juga:Akibat Hukum Pengangkatan Dewas RSUD Dr SoekardjoKetika Viman Ditanya Soal Diky!

Bisa berkebun. Mengajar. Berdagang. Menulis. Atau mengerjakan hobi yang selama menjadi ASN tidak pernah sempat dilakukan.

Pukul 12.00 sampai 15.00: istirahat, ibadah dan tidur siang. Pukul 15.00 sampai 17.00: bersosialisasi. Masjid, komunitas, tetangga atau teman sesama pensiunan.

Malam hari menjadi milik keluarga. Sederhana. Tetapi penting. Sebab manusia yang terbiasa mempunyai jadwal bisa bingung ketika jadwal itu tiba-tiba hilang.

Yang dicari sebenarnya panggung baru Ini bagian paling penting. Pensiunan ASN sebenarnya tidak kehilangan kemampuan.

Yang hilang hanya jabatan. Maka kemampuan itu harus dipindahkan ke panggung baru.

Pertama, menjadi guru. Pengalaman puluhan tahun jangan disimpan di lemari.

Bisa menjadi mentor bagi ASN muda. Mengajar. Menjadi dosen tamu. Membuka kelas kecil. Bahkan membuat grup WhatsApp konsultasi sesuai keahlian. Ilmu birokrasi yang selama puluhan tahun dikumpulkan tidak boleh pensiun bersama pemiliknya.

Kedua, menjadi orang yang bekerja dengan tangan. Kalau selama ini banyak bekerja dengan dokumen, sekarang boleh bekerja dengan tanah.

Baca Juga:Misteri Cuti Asep MP!Dari Ciamis Mulai Menghitung Jabar!

Dua kapling kecil pun cukup. Cabai. Singkong. Sayuran. Atau tanaman lain yang disukai. Bisa juga berjualan secara daring. Jangan malu.

Pensiun bukan berarti harus terlihat tetap menjadi pejabat. Justru mungkin untuk pertama kalinya seseorang bisa bekerja tanpa harus memakai papan nama jabatan.

Ketiga, menjadi manusia sosial. Aktif di DKM. Membantu lingkungan. Menjadi bagian dari komunitas. Membuat kegiatan sosial.

Jumat berbagi. Mengajar anak-anak mengaji. Atau sekadar menjadi orang yang setiap pagi menyapa tetangga. Kadang panggung yang paling berarti memang bukan panggung kantor.

90 hari pertama. Tiga bulan pertama pensiun sebaiknya dibuat bertahap. 30 hari pertama: menikmati. Jalan-jalan bersama istri. Bereskan barang-barang kantor. Kembalikan aset negara. Rapikan dokumen.

0 Komentar