Transisi Hijau Buka Jutaan Peluang Kerja Baru, Indonesia Siapkan Tenaga Kerja Kompeten

Transisi Hijau
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menghadiri acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Kemnaker) 
0 Komentar

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan peserta pelatihan memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Lulusan vokasi tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk langsung bekerja maupun menciptakan usaha mandiri.

Selain kemampuan teknis, penguasaan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian dalam pengembangan tenaga kerja hijau.

Industri kendaraan listrik dan energi terbarukan memiliki tantangan keselamatan tersendiri, terutama terkait sistem kelistrikan, pengelolaan baterai, risiko kebakaran, serta prosedur menghadapi kondisi darurat.

Baca Juga:Tak Sekadar Terdaftar, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Perketat Pengawasan Pemberi KerjaBPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Lewat Kerja Sama Lintas Negara

“Kita ingin peserta pelatihan memiliki kompetensi yang utuh. Bukan hanya mampu memasang, mengoperasikan, dan memperbaiki sistem, tetapi juga memahami aspek keselamatannya,” ungkap Yassierli. (*)

0 Komentar